Dana Rp100 Triliun Diganti, Binance Mulai Buka Penarikan Bitcoin Bertahap

Binance kembali membuka penarikan Bitcoin dan 14 aset kripto lain secara bertahap setelah peretasan US$6,3 miliar. Perusahaan telah mengganti aset senilai US$6 miliar menggunakan dana internal, SAFU, dan Futures Insurance Fund. FBI menuding unit TraderTraitor Korea Utara sebagai pelaku, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintah belum memastikan keterlibatan Pyongyang.

Nov 01, 2026 - 12:02
Updated: 8 hours ago
0
Dana Rp100 Triliun Diganti, Binance Mulai Buka Penarikan Bitcoin Bertahap
Dana Rp100 Triliun Diganti, Binance Mulai Buka Penarikan Bitcoin Bertahap

Bursa kripto terbesar dunia, Binance, resmi membuka kembali layanan penarikan Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya pada Minggu (1/11), beberapa waktu setelah insiden peretasan besar yang menguras dana hingga US$6,3 miliar. Pembukaan tahap pertama mencakup 15 jenis aset kripto, di antaranya Bitcoin, Ether, XRP, dan Dogecoin.

Menurut pengumuman di laman status layanan perusahaan, proses penarikan mulai berjalan sesaat setelah pukul 06.00 GMT. Binance yang didirikan di China itu menyatakan penarikan aset kripto lain akan dibuka secara bertahap, menyusul keberhasilan perusahaan menutup 95 persen kerugian dari total aset yang dicuri dalam peretasan digital terbesar di dunia tersebut.

Binance mengungkapkan telah mengganti aset kripto senilai US$6 miliar yang dicuri dengan menggunakan dana perusahaan untuk membeli token pengganti. Sisa 5 persen aset yang dicuri dinilai lebih sulit diperoleh karena tidak banyak diperdagangkan, sehingga perusahaan memperkirakan proses pengadaannya membutuhkan waktu lebih lama.

Perusahaan juga telah bekerja sama dengan mitra industri untuk membekukan sebagian aset terdampak. Hingga Jumat (30/10), sekitar US$3 miliar aset berhasil ditemukan. Binance berulang kali menegaskan akan menanggung dampak keuangan dari dana yang dicuri dan telah menyisihkan sekitar US$6,34 miliar dana internal untuk menutup kerugian.

Dana pembelian token pengganti berasal dari Secure Asset Fund for Users (SAFU) milik Binance senilai US$1 miliar, yang merupakan cadangan Bitcoin untuk melindungi nasabah jika terjadi pelanggaran keamanan. Selain itu, dana juga diambil dari sebagian Futures Insurance Fund dan kas perusahaan. Co-CEO Binance Yi He pada Sabtu menyatakan 50 persen dana SAFU akan dipakai menutup kerugian, namun perusahaan berkomitmen mengisi kembali dana tersebut hingga sekitar US$1 miliar.

Binance memiliki 335 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Berdasarkan laporan tahunan 2025, perusahaan mengelola aset nasabah senilai sekitar US$162,8 miliar. Peretasan ini menambah panjang daftar kasus pencurian aset kripto. Tahun lalu, para peretas mencuri aset kripto senilai US$2,9 miliar dalam hampir 150 serangan, menurut data perusahaan riset TRM Labs.

FBI mengaitkan peretasan Binance dengan Korea Utara. Sabtu lalu (31/10), FBI menuding unit yang disponsori negara Korea Utara bernama TraderTraitor bertanggung jawab atas serangan tersebut. FBI menyatakan aparat penegak hukum mengamati anggota unit itu mengonversi aset yang dicuri menjadi mata uang kripto Ether dan memperkirakan akan terjadi pencucian lebih lanjut dengan memanfaatkan teknologi terkait.

Sebagian besar pencurian berlangsung dalam waktu sekitar 20 menit sejak Kamis (29/10) malam. Pola serangan itu memiliki kemiripan dengan sejumlah serangan besar sebelumnya yang dituduhkan kepada Korea Utara, menurut perusahaan analisis blockchain asal Amerika Serikat, TRM Labs dan Chainalysis. Pyongyang selama bertahun-tahun membantah menggunakan unit siber terkait negara untuk kegiatan spionase, pencurian keuangan, dan pengumpulan pendapatan. Perwakilan Korea Utara di Jenewa dan kedutaannya di China tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintah AS masih belum yakin apakah Korea Utara terlibat dalam pencurian tersebut. "Kami tidak tahu apakah Korea Utara terlibat. Namun, jika memang demikian, kami akan berbicara dengan Korea Utara mengenai hal ini," kata Trump melalui akun resmi Gedung Putih di platform X.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User