LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG, Tabung Bertekanan Tinggi Masih Harus Impor dari China
Pemerintah berencana menggantikan LPG 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG) dan tengah melakukan uji coba pada tabung gas 3 kg agar bisa diterapkan tahun ini. Namun, pengembangan CNG menghadapi tantangan karena industri domestik belum menguasai pembuatan tabung kompresi bertekanan tinggi 200-250 bar sehingga tahap awal masih harus impor, termasuk dari China.
Pemerintah tengah menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti gas bersubsidi LPG 3 kg. Rencana tersebut kini memasuki tahap uji coba penggunaan CNG pada tabung gas berukuran 3 kg, dengan harapan bisa diterapkan pada tahun ini.
Selain menguji teknologi tabungnya, pemerintah juga sedang menyusun skema penjualan hingga suplai produk pengganti gas melon tersebut. Artinya, peralihan dari LPG 3 kg ke CNG tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga kesiapan rantai distribusi dan mekanisme penjualan di masyarakat.
Meski demikian, pengembangan CNG menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah industri domestik yang belum sepenuhnya menguasai pembuatan tabung kompresi bertekanan tinggi, yakni pada kisaran 200 hingga 250 bar.
Karena keterbatasan itu, pada tahap awal penerapan, tabung gas CNG masih harus didatangkan dari luar negeri, seperti dari China. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemandirian industri dalam negeri untuk komponen utama CNG belum sepenuhnya siap.
Ke depan, pemerintah membuka peluang pembangunan pabrik tabung CNG di Indonesia apabila kebutuhan terhadap produk tersebut sudah meningkat. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong produksi dalam negeri seiring pertumbuhan permintaan CNG.
Rencana penggantian LPG 3 kg dengan CNG sendiri menjadi perhatian karena menyangkut hajat banyak rumah tangga pengguna gas melon bersubsidi. Uji coba pada tabung 3 kg diharapkan menjadi gambaran awal kesiapan CNG sebelum diterapkan secara lebih luas.
Dengan masih bergantungnya tabung pada pasokan impor di tahap awal, keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan teknologi, industri, serta skema distribusi yang tengah digodok pemerintah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)