Pedagang Cilor dan Takoyaki Terjepit, Harga Tepung Naik Tapi Porsi Jualan Tetap

Pedagang cilor dan takoyaki di Jakarta Selatan mengeluh harga tepung tapioka dan terigu naik, seperti tapioka dari Rp14 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram. Meski laba menipis, mereka memilih mempertahankan porsi dan harga jual agar pelanggan tidak kabur. Sementara itu, toko bahan kue menyebut harga sejumlah tepung masih stabil, dan Mentan menanggapi isu kenaikan ini di tengah rencana ekspor singkong.

Nov 01, 2026 - 12:02
Updated: 8 hours ago
0
Pedagang Cilor dan Takoyaki Terjepit, Harga Tepung Naik Tapi Porsi Jualan Tetap
Pedagang Cilor dan Takoyaki Terjepit, Harga Tepung Naik Tapi Porsi Jualan Tetap

Kenaikan harga bahan baku tepung mulai dirasakan pedagang makanan berbahan dasar tepung di Jakarta Selatan. Pantauan di kawasan Mampang menunjukkan harga tepung tapioka dan terigu naik, sementara pedagang berupaya menahan harga jual agar pelanggan tidak pergi.

Sakti, pedagang cilor di kawasan itu, menyebut harga tepung tapioka kini mencapai Rp16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp14 ribu. Meski begitu, ia tidak mengurangi porsi cilor yang dijual. "Rp16 ribu sekarang, biasanya Rp14 ribu," ujarnya saat ditemui, Selasa (27/10).

Menurut Sakti, porsi yang tetap membuat laba dari penjualan cilor tertekan. Namun, keuntungan dari menu lain seperti makaroni telur dan bihun telur masih cukup menutup tekanan tersebut. Ia memastikan usahanya tetap untung meski lebih tipis.

Hal serupa dialami Nano, pedagang takoyaki. Ia mengaku harga tepung naik, tetapi tetap menjual takoyaki Rp10 ribu per porsi berisi 8 buah. Nano memilih mempertahankan harga dan porsi agar pelanggan tidak kabur, meski keuntungan ikut menipis. "Ya, biar dikit juga yang penting masih ada untungnya," kata Nano.

Sebagai pedagang keliling, Nano tidak perlu membayar sewa tempat sehingga biaya operasional lebih ringan. Saat ramai, penggunaan tepung untuk dagangannya bisa mencapai 10 kilogram per hari.

Pedagang jajanan lain di Jakarta Selatan juga mengaku belum menaikkan harga meski bahan baku naik. Ia menjual odading, donat, kue bantal, onde, dan cakwe dengan harga tetap. Menurutnya, tepung terigu naik dari sekitar Rp200 ribu menjadi Rp210 ribu per karung, sementara minyak goreng naik sekitar Rp2 ribu per liter. "Semua bahan naik, minyak naik, gula naik, mentega naik, susu naik, semuanya tuh naik," ujarnya.

Di sisi lain, toko bahan kue Baking Story di Mampang menyebut harga sejumlah tepung belum berubah. Tepung terigu protein sedang merek Segitiga Biru masih sekitar Rp14.500 per kilogram, sedangkan tepung beras dan tepung terigu lain relatif sama. Untuk tepung tapioka, harga yang disebutkan mencapai Rp34 ribu, namun pedagang tidak memastikan ada kenaikan dari harga sebelumnya.

Isu kenaikan harga tepung tapioka juga menjadi perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menilai rencana ekspor singkong menunjukkan produksi dalam negeri berlebih dan membuka peluang harga lebih baik di pasar luar negeri. "Kalau itu mungkin kan produksi singkong kita banyak, kan. Diekspor kan berarti berlebih," ujar Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Di media sosial, warganet ramai mengeluhkan kenaikan harga tepung tapioka, dari sekitar Rp8.000-Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram. Ada pula pedagang yang menyebut harga per karung naik dari sekitar Rp175 ribu menjadi Rp325 ribu. Rencana ekspor singkong pun memunculkan pertanyaan soal kecukupan pasokan bahan baku bagi industri tepung dan kebutuhan pasar domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User