Dikucilkan Negara Eropa di KTT G20, Lavrov Malah Bicara Baik dengan Menlu AS Rubio

Menlu Rusia Sergey Lavrov mengaku berbincang baik dengan Menlu AS Marco Rubio di sela KTT G20 di Atlanta, meski kehadirannya ditentang sejumlah perwakilan Eropa. Lavrov memuji pemerintahan Trump yang dinilai memahami akar konflik Rusia-Ukraina, tetapi mengkritik keras sikap arogan negara-negara Eropa yang memboikotnya.

Oct 31, 2026 - 16:02
Updated: 8 hours ago
0
Dikucilkan Negara Eropa di KTT G20, Lavrov Malah Bicara Baik dengan Menlu AS Rubio
Dikucilkan Negara Eropa di KTT G20, Lavrov Malah Bicara Baik dengan Menlu AS Rubio

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di sela-sela KTT G20 yang berlangsung di Atlanta, AS. Pertemuan singkat itu menjadi perhatian karena kehadiran Lavrov sendiri mendapat penolakan keras dari sejumlah perwakilan negara Eropa dalam forum tersebut.

Lavrov menyebut percakapannya dengan Rubio berjalan cukup baik meski waktunya terbatas. Menurut dia, Rubio memiliki banyak tugas sebagai tuan rumah sehingga pembicaraan tidak berlangsung lama. "Kami melakukan pembicaraan yang cukup baik, meskipun singkat, karena untuk alasan yang dapat dipahami, dia memiliki banyak tugas sebagai tuan rumah," ujar Lavrov kepada wartawan usai pertemuan.

Dalam kesempatan itu, Lavrov juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menilai Washington mampu memahami akar masalah dari konflik antara Rusia dan Ukraina, sekaligus memuji kesiapan AS untuk menjalin hubungan dengan Moskow.

Sebaliknya, Lavrov melontarkan kritik keras kepada negara-negara Eropa. Menurutnya, tindakan boikot yang dilakukan sejumlah perwakilan Eropa terhadap kehadirannya mencerminkan sikap arogan.

Ketegangan dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 di Atlanta sebenarnya sudah muncul sejak Jumat (30/10), sebelum diskusi resmi dimulai. Sejumlah pejabat Eropa menolak keras kehadiran Rusia dan bahkan mengancam akan melakukan walk out ketimbang harus berada dalam satu foto bersama Lavrov.

Akibatnya, Rubio membatalkan agenda sesi foto bersama. Meski begitu, rangkaian diskusi tetap dilanjutkan sesuai rencana. Pemerintah Inggris menegaskan memiliki kebijakan jangka panjang untuk menolak pertemuan bilateral langsung dengan menteri Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022.

Menteri Luar Negeri Polandia Radosław menilai pembatalan sesi foto sebagai keputusan yang tepat. Sementara Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menekankan bahwa tidak ada keadaan yang normal dengan Rusia, meski ia mengakui para pejabat tetap perlu berdialog untuk membahas perbedaan pandangan.

Sorotan lain datang dari daftar undangan pertemuan. Ukraina, yang menjadi pusat konflik dengan Rusia, tidak diundang dengan alasan bukan anggota resmi G20. Afrika Selatan juga absen dari undangan menyusul riwayat perselisihan dengan pemerintahan Trump.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User