Trump Klaim Siap Serang Lagi Situs Nuklir Iran, Sebut Operasi Cuma Butuh 10 Menit

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menargetkan satu atau dua lokasi di Iran, termasuk situs nuklir Gunung Pickaxe, dan mengklaim operasi militer bisa tuntas dalam 10 menit. Meski begitu, Menlu Marco Rubio menegaskan Trump belum mengambil keputusan. Iran melalui Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa ancaman apa pun akan dibalas dengan respons segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis.

Nov 01, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Trump Klaim Siap Serang Lagi Situs Nuklir Iran, Sebut Operasi Cuma Butuh 10 Menit
Trump Klaim Siap Serang Lagi Situs Nuklir Iran, Sebut Operasi Cuma Butuh 10 Menit

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman militer terhadap Iran. Ia menyebut satu atau dua lokasi di negara itu, termasuk situs nuklir yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe, akan menjadi sasaran berikutnya. Pernyataan itu disampaikan Trump di kediamannya di Florida, Sabtu (31/10), sebagaimana dilaporkan AFP.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa Washington tidak terburu-buru melancarkan serangan. Namun ia mengeklaim pasukan Amerika Serikat mampu menuntaskan operasi tersebut dalam waktu singkat. "Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit," ujarnya.

Trump juga secara spesifik menyinggung Gunung Pickaxe. Menurutnya, lokasi bawah tanah itu harus ditangani dan bisa dihancurkan dengan cepat. Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini Iran berupaya membangun kembali kemampuan militer dan nuklirnya di situs tersebut, meski Teheran membantah tuduhan itu.

Kendati demikian, keputusan akhir soal serangan baru belum diambil. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Trump belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan atau tidak. "Kita bisa mencapai tujuan militer jika kita mau. Dia belum membuat keputusan. Saya tak punya pengumuman soal itu dan kami tak menganggap ringan hal tersebut," kata Rubio.

Ketegangan ini bukan yang pertama. Pada Juni tahun lalu, AS dan Israel pernah menggempur situs nuklir Iran di Natanz hingga Isfahan. Keduanya mengeklaim fasilitas nuklir Iran mengalami kerusakan signifikan, tetapi Teheran membantah dan menyebut dampaknya tidak separah yang dibayangkan AS dan Israel.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memberikan peringatan keras. Ia meminta Amerika Serikat dan Israel tidak meluncurkan serangan baru menyusul ancaman setelah pemilu. Menurutnya, Iran sudah siap memberikan tanggapan jika operasi militer benar-benar dilakukan.

"Ancaman dalam tingkatan atau jenis apapun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis," ujar Mojtaba di hadapan komandan senior militer, seperti dikutip AFP. Pertemuan itu menjadi yang pertama bagi Mojtaba bersama para petinggi militer, dihadiri Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, dan Komandan Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi.

Dalam kesempatan tersebut, Khamenei juga meminta militer Iran memperbarui daftar target, mencakup semua jenis aset berwujud maupun tak berwujud milik AS. Sebelumnya, AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada Februari lalu. Imbas serangan itu, Mojtaba, keluarganya, serta sejumlah pejabat top pertahanan tewas. Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Arab dan menutup Selat Hormuz.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User