Investor Sektor Energi Ternyata Lebih Butuh Kepastian Ketimbang Insentif, Indef Beberkan Alasannya
Indef mengungkap bahwa kepastian menjadi faktor kunci bagi investor untuk menanamkan modal di sektor energi Indonesia. Meski insentif penting, investor disebut lebih memprioritaskan kepastian untuk perencanaan bisnis. Potensi pasar besar dan pertumbuhan ekonomi stabil menjadi daya tarik, sementara kebutuhan energi ASEAN diprediksi naik hingga 400 persen pada 2060.
Jakarta, CNN Indonesia -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti satu faktor utama yang menentukan derasnya aliran investasi di sektor energi Indonesia. Faktor tersebut adalah kepastian.
Direktur Kolaborasi Internasional Indef, Imaduddin Abdullah, menjelaskan bahwa dari kacamata investor, Indonesia sebenarnya memiliki banyak daya tarik. Salah satunya adalah potensi ekonomi yang besar karena Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. Pasar yang luas dengan dominasi populasi muda juga menjadi nilai plus tersendiri.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih menjanjikan karena stabil di kisaran 5 persen hingga 6 persen. Namun, menurut Imaduddin, potensi tersebut belum cukup untuk membuat investor langsung menanamkan modal di sektor energi. Mereka masih mempertimbangkan faktor kepastian.
"Faktor itu paling penting (bagi investasi di sektor energi). Dalam diskusi kami dengan beberapa investor, mereka menyampaikan bahwa insentif memang penting, tapi selama ada kepastian, rasanya sudah lah tidak apa-apa tidak ada insentif," kata Imaduddin dalam acara The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10) malam.
Imaduddin menambahkan bahwa kepastian sangat krusial bagi investor sektor energi karena menjadi dasar dalam menyusun perencanaan bisnis. Tanpa kepastian, investor cenderung ragu untuk masuk meskipun ada tawaran insentif.
Di sisi lain, investasi di sektor energi memiliki prospek yang menjanjikan seiring dengan kenaikan kebutuhan energi di masa depan. Head of Energy Modelling and Policy Planning ACE, Zulfikar Yurnadi, dalam forum yang sama memprediksi bahwa kebutuhan energi primer di kawasan ASEAN bisa melonjak hingga 400 persen pada tahun 2060. Prediksi tersebut telah dituangkan dalam ASEAN Energy Outlook ke-9.
Dengan demikian, kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah jika ingin memaksimalkan potensi sektor energi di tengah pertumbuhan kebutuhan yang pesat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)