Kebutuhan Energi ASEAN Diprediksi Melonjak 400 Persen hingga 2060, Ini Skenario Antisipasinya

ASEAN Centre for Energy (ACE) memprediksi kebutuhan energi primer di Asia Tenggara naik 400 persen hingga 2060. Untuk mengantisipasinya, ACE menyiapkan skenario efisiensi energi dan penggenjotan energi baru terbarukan. Efisiensi disebut bisa menekan kebutuhan hingga setengahnya, namun konsekuensinya investasi yang dibutuhkan mencapai sekitar US$400 miliar per tahun bagi kawasan ASEAN.

Nov 01, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Kebutuhan Energi ASEAN Diprediksi Melonjak 400 Persen hingga 2060, Ini Skenario Antisipasinya
Kebutuhan Energi ASEAN Diprediksi Melonjak 400 Persen hingga 2060, Ini Skenario Antisipasinya

Kebutuhan energi primer di kawasan Asia Tenggara diprediksi melonjak tajam hingga 400 persen pada 2060. Proyeksi itu disampaikan ASEAN Centre for Energy (ACE) dan telah dituangkan dalam ASEAN Energy Outlook ke-9.

Head of Energy Modelling and Policy Planning ACE Zulfikar Yurnadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah analisis skenario untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi tersebut. Salah satu skenario yang bisa dimaksimalkan adalah efisiensi energi.

Menurut Zulfikar, langkah efisiensi berpotensi menekan proyeksi peningkatan kebutuhan energi hingga setengahnya pada 2060. Namun, ia mengingatkan ada konsekuensi yang harus diperhitungkan, yakni kebutuhan nilai investasi yang justru semakin besar.

"Kita bisa mengurangi kebutuhan ini bisa sampai setengahnya. Tapi salah satu konsekuensinya adalah nilai investasi yang dibutuhkannya juga akan semakin tinggi. Kita memperkirakan sekitar US$400 miliar per tahun dibutuhkan untuk regional ASEAN untuk bisa mencapai target-target mereka," kata Zulfikar dalam The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10) malam.

Selain efisiensi energi, skenario lain yang dapat dimaksimalkan adalah menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Namun, pelaksanaan skenario ini menuntut negara-negara di Asia Tenggara memperkuat fokus koordinasi agar tercapai satu pemahaman yang sama dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi.

Peningkatan koordinasi dinilai juga diperlukan untuk menjembatani perbedaan kepentingan antarnegara di Asia Tenggara dalam memaksimalkan potensi energi baru terbarukan. Zulfikar menyebut setiap negara memiliki kepentingan sendiri-sendiri sehingga hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama.

"Tiap negara itu punya interest-nya sendiri, itu PR. Jadi bagaimana caranya kita meyakinkan Indonesia, meyakinkan Singapura, Malaysia dan negara-negara lain bahwa interest mereka nasional dengan interest regional itu sebenarnya sejalan," ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User