Trump Dikabarkan Frustrasi Hadapi Kebuntuan Konflik dengan Iran

Presiden AS Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi karena Iran tidak kunjung memenuhi tuntutan di tengah konflik yang berlarut. Pejabat AS menyebut Trump kesal dan menggelar rapat kabinet di Camp David untuk mencari terobosan. Ancaman Iran juga memengaruhi pengamanan presiden, termasuk penggantian Air Force One. Trump menegaskan ingin menang dan menyebut Iran akan semakin lemah.

Aug 01, 2026 - 04:32
Updated: 3 months ago
0
Trump Dikabarkan Frustrasi Hadapi Kebuntuan Konflik dengan Iran
Trump Dikabarkan Frustrasi Hadapi Kebuntuan Konflik dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan mengalami peningkatan frustrasi karena Iran tidak kunjung memenuhi tuntutan Washington di tengah konflik yang terus berlanjut. Sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump merasa kesal karena Teheran tetap bertahan meskipun tekanan dari Amerika semakin ditingkatkan.

Situasi ini memicu serangkaian rapat tertutup yang berlangsung panas, termasuk percakapan telepon dengan nada tinggi bersama sejumlah sekutu. Untuk mencari jalan keluar, Trump menggelar rapat kabinet di Camp David pada Jumat, 31 Juli, waktu setempat. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menemukan terobosan baru setelah berbagai upaya diplomatik meredakan konflik dengan Iran menemui kebuntuan.

Ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi, Trump enggan membeberkan strategi yang akan ditempuh pemerintahannya. "Saya pikir kami hanya ingin menang," ujarnya. Ia juga menyinggung kondisi Iran yang menurutnya akan terus melemah seiring waktu. "Mereka akan semakin lemah. Mungkin sekarang mereka sedikit lebih kuat. Lalu mereka akan melemah lagi. Dan akhirnya akan habis dengan sendirinya," tambah Trump.

Di balik pernyataan tersebut, ancaman dari Iran mulai memengaruhi aktivitas dan pengamanan presiden. Salah satu contohnya terjadi ketika Trump kembali dari Turki beberapa waktu lalu. Pemerintah AS memutuskan mengganti pesawat Air Force One yang digunakan Trump setelah muncul peningkatan ancaman dari Iran. Menurut para pejabat AS, keputusan itu diambil sebagai langkah antisipasi atas situasi keamanan yang memburuk di kawasan.

Namun, pemberitaan mengenai pergantian pesawat tersebut membuat Trump geram dan merasa dipermalukan karena dianggap memperlihatkan adanya kekhawatiran serius terhadap ancaman Iran. Frustrasi Trump mencerminkan semakin sulitnya Washington memaksa Iran mengikuti tuntutan AS, sementara konflik di kawasan Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User