Setelah Prancis, Kini Kulkas Supermarket di Swedia hingga AS Jadi Sasaran Peretasan
Serangan siber terhadap kulkas dan freezer supermarket meluas ke Swedia, Belgia, Belanda, Luksemburg, hingga Irlandia. Suhu pendingin dinaikkan dari jarak jauh sehingga produk terpaksa dibuang. Insiden ini menyusul peretasan 700 supermarket di Prancis dan dugaan serangan serupa pada freezer pangkalan militer AS yang tengah diselidiki Pentagon.
Serangan siber terhadap peralatan pendingin di supermarket kembali terjadi dan kini menjangkau sejumlah negara Eropa. Kulkas serta freezer di berbagai gerai supermarket di Swedia, Belgia, Belanda, dan Luksemburg dilaporkan mendadak mengalami kenaikan temperatur, membuat produk di dalamnya harus dibuang.
Jaringan supermarket Coop di Swedia menyatakan kepada harian Aftonbladet pada Senin (1/11) bahwa enam toko mereka terdampak insiden tersebut. Sementara itu, perusahaan ritel Belanda Ahold Delhaize mengonfirmasi kulkas dan freezer di puluhan supermarket mereka di Belgia dan Luksemburg terkena apa yang disebut sebagai insiden IT. Juru bicara perusahaan, Sarah De Meester, menyebut insiden itu masih dalam penyelidikan.
Bulan sebelumnya, Ahold Delhaize sempat melaporkan adanya aktivitas serangan siber kepada polisi di Belanda. Surat kabar Belgia Le Soir melaporkan puluhan toko terdampak, termasuk lima outlet Spar, sejumlah toko swalayan Shop & Go yang terhubung dengan SPBU Q8, serta beberapa minimarket Proxy Delhaize.
CEO Sabcobel, Stephan Moelans, mengungkapkan pihaknya mengerahkan teknisi sejak pukul 01.00 dini hari. Menurut dia, timnya menghabiskan sepanjang malam untuk memutus sambungan instalasi yang terdampak. Media lokal Irlandia juga melaporkan 13 supermarket SuperValu mengalami peristiwa serupa.
Juru bicara perusahaan menyatakan insiden tersebut terbatas pada model pendingin tertentu. Sistem pengawasan internal, kata dia, memberikan peringatan sehingga tindakan langsung bisa diambil. Para peritel pun menarik produk dari kulkas dan freezer sebagai langkah pencegahan, dengan menegaskan bahwa keamanan konsumen menjadi prioritas utama dan produk telah disimpan pada suhu yang aman.
Rangkaian insiden ini muncul setelah polisi Prancis pada Oktober lalu melaporkan bahwa kulkas di 700 supermarket telah diretas. Serangan berskala besar itu menimbulkan kerugian besar pada produk makanan dingin dan beku, sekaligus menyoroti kerentanan sistem yang terhubung ke internet.
Dalam kasus Prancis, peretas mengubah pengaturan ribuan freezer, kulkas, dan chiller dari jarak jauh. Suhu dinaikkan dari serendah minus 27 derajat Celsius menjadi lebih dari 50 derajat Celsius. Jaringan supermarket Intermarché, Coopérative U, Carrefour, Leclerc, dan Monoprix termasuk yang terdampak, dengan kerugian ditaksir mulai dari puluhan ribu euro hingga lebih dari 130.000 euro. Dua toko di Alsace bahkan melaporkan kerugian hingga 270.000 euro.
Di Amerika Serikat, empat pejabat pada akhir Oktober mengatakan kepada Reuters bahwa freezer di berbagai pangkalan militer AS mengalami malfungsi pada Agustus lalu. Sedikitnya enam komisariat terdampak. Pentagon menduga insiden misterius tersebut merupakan peretasan yang sama dengan yang dialami Prancis.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)