BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat untuk delapan wilayah Indonesia pada 31 Juli-2 Agustus 2026, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Barat. Tidak ada wilayah berstatus Siaga atau Awas. Angin kencang berpotensi terjadi di delapan wilayah lain. Meski El Nino kuat menekan curah hujan, peluang hujan tetap ada karena faktor gelombang atmosfer dan bibit siklon tropis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk periode 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menetapkan delapan wilayah berstatus Waspada, yang berarti berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah-wilayah itu adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.
Sementara itu, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga, yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga menyatakan tidak ada wilayah yang berstatus Awas, yaitu kategori untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah. Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
BMKG menjelaskan bahwa perkembangan iklim global masih mendukung berlanjutnya kondisi kering di Indonesia. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) berada pada -28,2, yang menandakan El Nino kuat yang diprakirakan masih dapat menguat. El Nino berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di berbagai wilayah.
Dalam prakiraan Dasarian I Agustus 2026, curah hujan kategori rendah diprediksi mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia, sementara sekitar 8,57 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah. Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa peluang hujan tetap ada di sejumlah wilayah.
Aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin yang melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan diprakirakan mendukung pertumbuhan awan hujan. Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat. Keberadaan bibit siklon ini dapat membentuk pola konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Filipina serta wilayah sekitarnya, yang mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal.
Peningkatan kecepatan angin permukaan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan, termasuk sebagian Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur. Peningkatan angin juga berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)