Serangan Udara Junta Myanmar Hantam Klinik Bersalin dan Sekolah, 15 Orang Tewas Termasuk Bayi

Serangan militer Myanmar di akhir pekan menewaskan sekitar 15 orang, termasuk bayi baru lahir, setelah menghantam klinik bersalin di Rakhine dan sekolah di Loikaw. Tentara Arakan melaporkan 12 tewas dan 32 luka di Rakhine, sementara tiga siswa tewas di Kayah. Junta disebut tengah meningkatkan operasi merebut kembali wilayah perlawanan.

Nov 03, 2026 - 08:02
Updated: 10 hours ago
0
Serangan Udara Junta Myanmar Hantam Klinik Bersalin dan Sekolah, 15 Orang Tewas Termasuk Bayi
Serangan Udara Junta Myanmar Hantam Klinik Bersalin dan Sekolah, 15 Orang Tewas Termasuk Bayi

Militer Myanmar kembali melancarkan serangan udara mematikan pada akhir pekan. Sedikitnya 15 orang tewas dalam rentetan gempuran di sejumlah lokasi, termasuk sebuah klinik bersalin dan sekolah. Korban tewas mencakup bayi yang baru berusia satu minggu.

Di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat, serangan udara menghantam empat wilayah kecamatan pada 1 November. Sasaran serangan meliputi sebuah jembatan di Kyauktaw, sejumlah lokasi di Kyaukpyu dan Pauktaw, serta klinik darurat dan bangsal bersalin di Mrauk-U. Juru bicara Tentara Arakan bersama sejumlah sukarelawan kemanusiaan melaporkan sekitar 12 orang tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Seorang bayi perempuan berusia satu minggu ikut menjadi korban. Bayi itu memiliki saudara kembar yang selamat. Pekerja kemanusiaan berbasis di Mrauk-U, Wai Hun Aung, menuturkan kedua bayi kembar tersebut seharusnya sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya. Namun, mereka tertimpa reruntuhan ketika bangunan ambruk akibat ledakan. Empat orang lainnya, termasuk tenaga kesehatan, juga tewas dalam insiden itu.

Sehari sebelumnya, serangan udara menghantam sebuah sekolah di Loikaw, Negara Bagian Kayah, Myanmar timur yang berbatasan dengan Thailand. Serangan terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kelompok Hak Asasi Manusia Karenni (KnHRG) melaporkan tiga siswa tewas dan lima lainnya terluka.

Menurut KnHRG dan sekretaris Dewan Eksekutif Sementara Karenni, Banyar Khun Aung, sebuah pesawat angkut Y-12 dan sebuah jet tempur menjatuhkan lebih dari 20 bom ke sekolah tersebut. Keduanya menyatakan tidak ada pergerakan pasukan militer maupun bentrokan di kawasan itu. Banyar menilai penargetan sekolah tempat anak-anak belajar dan pemboman berulang merupakan tindakan tidak manusiawi yang tergolong kejahatan perang.

Rentetan serangan ini berlangsung ketika junta militer Myanmar meningkatkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang jatuh ke tangan kelompok perlawanan. Tentara Arakan kini menguasai sebagian besar Rakhine dan terus meluas hingga mendekati ibu kota Sittwe. Juru bicara junta belum menanggapi permintaan komentar, tetapi sebelumnya Myanmar menyatakan tengah menjalankan operasi sah untuk memerangi teroris.

Dampak konflik juga dirasakan Thailand. Bangkok menyatakan jet tempurnya telah melakukan patroli udara setelah konflik meluas melintasi perbatasan, menyebabkan rumah-rumah rusak dan sedikitnya satu orang terluka di wilayah Thailand. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pemerintahnya telah mendesak Myanmar agar bertindak hati-hati untuk memastikan situasi tidak berdampak pada Thailand.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User