Rosan Beberkan Sektor BUMN yang Disiapkan IPO 2027, dari Finansial sampai Tambang

Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkap sejumlah BUMN yang berpotensi IPO pada 2027, mencakup sektor finansial, infrastruktur, dan pertambangan. Identifikasi masih berjalan dan nama perusahaan belum diumumkan. Pemerintah juga menargetkan konsolidasi BUMN dari sekitar 1.074 menjadi 250 perusahaan.

Oct 08, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0 0
Rosan Beberkan Sektor BUMN yang Disiapkan IPO 2027, dari Finansial sampai Tambang
Rosan Beberkan Sektor BUMN yang Disiapkan IPO 2027, dari Finansial sampai Tambang

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkap sejumlah sektor BUMN yang berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO pada 2027. Menurutnya, pemerintah masih mengidentifikasi dan mengkaji perusahaan pelat merah yang dinilai layak melantai di Bursa Efek Indonesia.

"Di tahun 2027 ini kita sudah mengidentifikasi beberapa perusahaan (BUMN) untuk kita melantai ke bursa. Ini juga sebagai salah satu bentuk dari transparansi kita dalam rangka kita meningkatkan juga akuntabilitas kita," ujar Rosan dalam Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10).

Pria yang juga menjabat sebagai CEO BPI Danantara itu menyebut BUMN yang berpotensi IPO berasal dari sejumlah sektor, mulai dari finansial, infrastruktur, hingga pertambangan. "Kalau sektor, ada di sektor finansial itu ada, ada di sektor infrastrukturnya juga pasti ada, di sektor pertambangan juga ada," kata Rosan saat ditemui di doorstop.

Meski demikian, Rosan belum mengungkapkan jumlah maupun nama BUMN yang akan melakukan IPO. Ia menyatakan proses identifikasi dan komunikasi masih berlangsung. "Kita sedang mengomunikasikan. Mungkin nanti sebelum akhir tahun ini kita akan menyelesaikan beberapa perusahaan yang kita sudah lihat mempunyai potensi, mempunyai appetite dan juga mempunyai respons yang akan positif dari masyarakat, dari dunia usaha, dan juga baik dalam maupun luar negeri," jelasnya.

Rosan menjelaskan rencana IPO tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah mengoptimalkan perusahaan pelat merah. Masuknya BUMN ke bursa dinilai dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas perusahaan. "Karena kalau kita ada di bursa, kalau saya bilang kan jadi lebih banyak yang ngeliatin, yang baik itu bursa, baik OJK, berhubungan financial juga, bisa dari kepentingan lainnya, masyarakat," ujarnya.

Selain itu, pemerintah ingin agar pertumbuhan BUMN dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, baik dari sisi nilai perusahaan maupun operasionalnya. "Pertumbuhan dari BUMN-BUMN kita ini kita ingin juga dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari segi value-nya maupun dari segi operasional dan juga manfaatnya dari keberadaan BUMN itu sendiri," ujar Rosan.

Dalam paparannya, Rosan juga menyebut pemerintah tengah melakukan konsolidasi dan penataan BUMN. Jumlah BUMN yang dikonsolidasikan sebelumnya mencapai sekitar 1.074 perusahaan. Setelah evaluasi dan asesmen menyeluruh, jumlah tersebut ditargetkan dapat ditekan menjadi sekitar 250 perusahaan. Proses itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta optimalisasi aset BUMN.

Rosan menambahkan BUMN akan diarahkan untuk memperluas kerja sama dengan sektor swasta dalam mengembangkan perekonomian Indonesia. Ia mengingatkan optimalisasi aset perusahaan pelat merah tidak akan maksimal jika hanya dilakukan dalam ekosistem BUMN. "Justru Danantara harus bekerja sama dengan dunia usaha, dan kalau untuk program-programnya itu melibatkan dunia usaha. Bahkan, di bidang-bidang yang dunia usaha sudah lakukan, kita persilakan untuk punya ruang yang lebih besar bersama-sama dengan kami," terang Rosan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User