Rekor Baru! Nasabah BSI Tembus 24,3 Juta Usai Transformasi Teknologi Tuntas

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan jumlah nasabah tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 24,3 juta hingga Juni 2026, setelah menuntaskan transformasi teknologi. Pertumbuhan nasabah yang signifikan didorong oleh peningkatan kepercayaan masyarakat. BSI juga membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, naik 11% secara tahunan, dengan total aset Rp464,5 triliun.

Sep 04, 2026 - 12:05
Updated: 2 months ago
0
Rekor Baru! Nasabah BSI Tembus 24,3 Juta Usai Transformasi Teknologi Tuntas
Rekor Baru! Nasabah BSI Tembus 24,3 Juta Usai Transformasi Teknologi Tuntas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengukir sejarah baru dengan mencatatkan jumlah nasabah tertinggi sepanjang berdirinya perusahaan. Hingga Juni 2026, total nasabah BSI mencapai 24,3 juta orang, sebuah rekor all-time high yang menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap layanan perbankan syariah.

Pencapaian ini tidak lepas dari tuntasnya transformasi teknologi yang telah dirampungkan BSI. Sejak Mei 2026, setelah transformasi tersebut selesai, pertumbuhan nasabah konsisten menembus angka 200 ribu per bulan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa teknologi kini menjadi mesin pertumbuhan bisnis perusahaan.

"Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8).

Transformasi teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas sistem, tetapi juga melahirkan inovasi layanan digital. Aplikasi BYOND by BSI menjadi kanal utama transaksi dengan mencatatkan 1 miliar akses login sepanjang 2026. BSI juga memperkenalkan Hasanah KKI Card Digital, kartu KKI syariah pertama di Indonesia, serta Hasanah Digital yang memungkinkan nasabah mengakses pembiayaan virtual mulai dari Rp4 juta hingga Rp100 juta secara real time.

Ekosistem bisnis BSI pun semakin luas. Hingga Juni 2026, BSI melayani 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS. Penguatan ini sejalan dengan kinerja keuangan yang solid, di mana BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11% secara tahunan.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI meningkat 22% menjadi Rp393 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang mencapai Rp238 triliun. Komposisi pendanaan yang efisien berhasil menekan Cost of Fund menjadi 2,19%. Sementara itu, pembiayaan tumbuh merata di seluruh segmen, dengan total pembiayaan konsumer mencapai Rp189,25 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, serta wholesale Rp95 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga dengan NPF Gross 1,80% dan NPF Net 0,33%. Pendapatan berbasis biaya (Fee Based Income) melonjak 38,15% menjadi Rp4,1 triliun, didorong oleh ekosistem bisnis yang semakin kuat. Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Anggoro menegaskan bahwa peningkatan jumlah nasabah bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari peluang pertumbuhan yang lebih besar. Ke depan, BSI akan fokus pada pendalaman hubungan dengan nasabah melalui layanan digital yang relevan, mudah, dan terintegrasi, serta terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah nasional yang modern dan lengkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User