BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun, Modal Tetap Kuat di Tengah Pasar Bergejolak

BRI mengumumkan rencana buyback saham Tahap II senilai maksimal Rp1 triliun untuk periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Aksi korporasi ini dilakukan di tengah pasar modal yang berfluktuasi, dengan CAR tetap di level 21,42 persen dan ROE 18,80 persen. Saham hasil buyback akan dipakai untuk program kepemilikan saham pekerja serta Direksi dan Dewan Komisaris setelah mendapat persetujuan RUPS.

Oct 22, 2026 - 20:02
Updated: 2 days ago
0
BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun, Modal Tetap Kuat di Tengah Pasar Bergejolak
BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun, Modal Tetap Kuat di Tengah Pasar Bergejolak

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menyiapkan langkah pembelian kembali saham (buyback) Tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis (22/10), di tengah kondisi pasar modal yang tengah berfluktuasi secara signifikan.

Buyback Tahap II dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023, serta Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026 mengenai kebijakan buyback saham perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Menurutnya, rencana tersebut sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang BRI.

"Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dalam pelaksanaannya, BRI tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Dhanny dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Dari sisi permodalan, BRI memastikan rencana buyback tetap mempertimbangkan kemampuan perseroan menjaga struktur modal yang sehat. Perhitungan pro forma setelah pelaksanaan buyback Tahap II dilakukan terhadap kondisi keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026.

Hasil perhitungan menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap kuat di level 21,42 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,80 persen. Kondisi ini dinilai menunjukkan BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis, menjalankan fungsi intermediasi, serta mengantisipasi berbagai risiko di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan.

Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan. Saham hasil buyback Tahap II direncanakan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris perseroan.

Pengalihan saham tersebut baru akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan langkah ini, BRI berupaya menjaga kepercayaan investor dan mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, sambil tetap memperhatikan kecukupan permodalan dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User