Misteri Ta'i Sano di Danau Sano Nggoang: Pakar Sebut Guncangan Gempa M7,7 Jadi Pemicu

Pakar kebencanaan menduga fenomena Ta'i Sano di Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, dipicu gempa M7,7 yang mengguncang NTT. Guncangan kuat diduga memicu likuifaksi dan mendorong sedimen anoksik hitam ke permukaan danau. Fenomena ini masih diselidiki pihak berwenang.

Sep 04, 2026 - 12:05
Updated: 1 month ago
0 1
Misteri Ta'i Sano di Danau Sano Nggoang: Pakar Sebut Guncangan Gempa M7,7 Jadi Pemicu
Misteri Ta'i Sano di Danau Sano Nggoang: Pakar Sebut Guncangan Gempa M7,7 Jadi Pemicu

Jakarta - Munculnya fenomena aneh berupa materi gelap di tepian Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga kuat berkaitan dengan gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Dugaan ini disampaikan oleh pakar kebencanaan menyusul beredarnya video yang memperlihatkan kemunculan material gelap tersebut.

Video yang diunggah akun X @Updatesofworld pada Minggu (17/8) itu menyebut fenomena tersebut dengan istilah lokal 'Ta'i Sano'. Dalam keterangan unggahan, disebutkan bahwa materi gelap muncul setelah gempa besar, namun pihak berwenang belum mengonfirmasi keterkaitan langsung antara gempa dan kemunculan materi tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menduga guncangan gempa yang kuat memicu proses likuifaksi atau pembentukan gunungan lumpur maupun pasir di dasar danau. Proses ini menyebabkan sedimen anoksik yang kaya bahan organik terdekomposisi di dasar danau terdorong naik ke permukaan melalui retakan, lalu terdampar di pantai. Lumpur dasar perairan semacam ini umumnya berwarna hitam pekat dan berbau menyengat.

"Dugaan saya, guncangan gempa kuat memicu proses likuifaksi atau pembentukan sand/mud volcanoes di dasar danau. Sedimen anoksik (kaya bahan organik terdekomposisi) di bawah dasar danau yang tadinya terperangkap, terdorong naik ke permukaan melalui retakan dan terdampar di pantai," ungkap Daryono melalui cuitannya di X pada Selasa (18/8).

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan bahwa Wai Sano merupakan sistem hidrotermal atau geotermal kaldera, bukan sedimentary mud volcano. Meski demikian, interaksi air danau dengan sistem geotermal di bawahnya dapat melepaskan uap gas CO2 dan H2S. Tekanan gas yang naik mendadak dapat mengaduk endapan lumpur hitam dasar danau ke permukaan. Material hitam tersebut biasanya mengandung sulfida besi hasil reaksi gas vulkanik H2S dengan mineral batuan atau endapan lumpur teralterasi hidrotermal yang terangkat saat degassing.

"Wai Sano adalah sistem Hydrothermal/Geotermal Kaldera, bukan sedimentary mud volcano. Namun, adukan lumpur panas (mud pool/salse) tetap bisa muncul," imbuhnya.

Sebagai informasi, gempa M7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) pagi dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 2.119 gempa susulan di wilayah Flores hingga Selasa pagi (18/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 pekan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User