Danantara Incar 17 Kota Besar Punya Pengolah Sampah Jadi Energi pada 2029

Danantara menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi pada akhir 2028 atau pertengahan 2029. Tiga proyek sudah mulai dibangun, delapan kota masih dalam studi kelayakan, dan empat kota berikutnya bersiap masuk tahap tender.

Oct 22, 2026 - 20:01
Updated: 8 hours ago
0
Danantara Incar 17 Kota Besar Punya Pengolah Sampah Jadi Energi pada 2029
Danantara Incar 17 Kota Besar Punya Pengolah Sampah Jadi Energi pada 2029

Danantara Investment Management (DIM) menargetkan 15 hingga 17 kota besar di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE) pada akhir 2028 hingga pertengahan 2029. Target itu disampaikan Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam Coffee Morning Session Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).

"Harapan kita paling nggak akhir 2028 awal atau pertengahan 2029, 15 hingga 17 kota terbesar di Indonesia sudah punya fasilitas waste energy yang terbaik dan isu sampah di 17 tempat ini bisa diatasi," ujar Stefanus.

Menurut Stefanus, pembangunan tiga proyek WtE saat ini sudah dimulai. Sementara delapan kota lainnya masih menjalani proses studi kelayakan (feasibility study). Ia berharap studi kelayakan tersebut segera rampung sehingga proyek di delapan kota itu bisa masuk ke tahap keputusan investasi akhir atau final investment decision.

"Tiga proyek sudah mulai membangun dan tadi saya bilang, delapan in the process of feasibility dan mudah-mudahan final investment decision untuk delapan kota baru ini akan terjadi segera," katanya.

Jika proses berjalan sesuai rencana, Danantara berharap penandatanganan kesepakatan untuk proyek-proyek tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat. Peluang penandatanganan juga terbuka dalam penyelenggaraan The New Asia Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali.

"Kita bisa nanti melakukan penandatanganan di New Asia Forum, akan lagi the next four cities juga akan mudah-mudahan tendernya mulai segera," ujar Stefanus.

Selain delapan kota tersebut, Danantara juga menyiapkan pengembangan fasilitas WtE di empat kota berikutnya. Proyek-proyek itu diharapkan segera memasuki proses tender. Pengembangan fasilitas WtE menjadi salah satu upaya Danantara membantu menangani persoalan sampah di daerah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Dalam pelaksanaannya, Danantara bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Stefanus menjelaskan Danantara berperan sebagai katalis dalam pengembangan proyek, termasuk mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, penyedia teknologi, serta lembaga pembiayaan yang dapat mendukung pembangunan.

Untuk mendukung pembiayaan, Danantara telah memilih 34 lembaga keuangan dari total 48 pendaftar yang mengikuti proses seleksi. Lembaga-lembaga tersebut akan masuk dalam panel pemberi pinjaman (lenders) untuk proyek WtE. Lebih dari separuh lembaga keuangan yang terpilih merupakan institusi global, di antaranya bank dari Prancis, China, Singapura, dan Jepang, serta bank pembangunan multilateral dan bank swasta dalam negeri.

Lembaga keuangan yang telah terpilih nantinya akan dipertemukan dengan pemerintah daerah terkait untuk mendukung pembiayaan masing-masing proyek. Skema tersebut diharapkan memperluas akses pendanaan bagi pembangunan fasilitas WtE di berbagai wilayah. Jika wilayah kabupaten yang turut tercakup dalam program tersebut ikut dihitung, jangkauan pengembangan proyek diperkirakan dapat meliputi lebih dari 30 daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User