Konten Kreator China Ciptakan Hoverboard Mirip Green Goblin, Berhasil Melintasi Sungai Yangtze

Konten kreator China Song Xingyu atau Amazing Ayu membuat hoverboard terinspirasi Green Goblin di film Spider-Man. Setelah gagal dengan mesin turbojet, ia beralih ke penggerak listrik atas saran AI dan berhasil terbang melintasi Sungai Yangtze di Badong, Hubei.

Oct 22, 2026 - 16:04
Updated: 11 hours ago
0
Konten Kreator China Ciptakan Hoverboard Mirip Green Goblin, Berhasil Melintasi Sungai Yangtze
Konten Kreator China Ciptakan Hoverboard Mirip Green Goblin, Berhasil Melintasi Sungai Yangtze

Seorang konten kreator asal China, Song Xingyu, yang dikenal di media sosial sebagai Amazing Ayu, berhasil menciptakan papan terbang atau hoverboard yang terinspirasi dari kendaraan Green Goblin dalam film Spider-Man. Dalam proses pembuatannya, ia memanfaatkan chatbot kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten.

Ayu mengaku mempelajari mekanik, kontrol penerbangan, dan AI secara otodidak. Ketertarikannya membuat hoverboard berawal dari kecintaannya pada film-film Spider-Man sejak kecil. "Bagi saya, ini adalah salah satu gadget science fiction yang paling berguna. Bisa lepas landas ke mana saja dan melayang di udara. Itu sangat praktis," ujarnya, dikutip dari video di kanal YouTube @AmazingAyu66 yang tayang pada Jumat (16/10).

Proses pembuatan alat tersebut memakan waktu sekitar dua bulan. Ayu mengaku ingin terbang lebih tinggi lagi, tetapi ia meminta para penonton agar tidak meniru aksi berbahaya yang dilakukannya.

Versi pertama hoverboard buatannya menggunakan lima mesin turbojet yang menghasilkan gaya dorong dari tekanan gas panas dan udara bertekanan tinggi hasil pembakaran. Mesin itu diklaim mampu mencapai kecepatan 1.000 kilometer per jam dan diperkirakan bisa mengangkut tiga orang sekaligus. Namun, versi tersebut gagal karena posisi mesin terlalu berdekatan dan ujung nozzle terlalu dekat dengan tanah. Gas panas yang keluar melalui saluran pembuangan kembali terhisap ke saluran masuk hingga memicu kebakaran.

"Saya memilih turbojet karena ukurannya dan daya dorongnya yang tinggi, dan lebih terlihat futuristik seperti di film science fiction," kata Ayu. Ia kemudian memasukkan data uji ke agen AI dan mengikuti sarannya untuk beralih ke mesin berbasis listrik dengan konsep serupa drone. Ayu menggunakan 10 unit penggerak yang masing-masing memiliki gaya dorong 30 kilogram dengan arus puncak 2.000 ampere.

Meski hoverboard versi barunya lebih aman dan lebih kuat, Ayu masih menghadapi masalah kontrol dan keseimbangan. "Alasan utama saya kesulitan untuk tetap stabil adalah karena di udara saya tidak dapat merasakan secara akurat ke arah mana tubuh saya condong. Jadi saya memutuskan untuk memberi hoverboard tersebut asisten seperti JARVIS dari Iron Man untuk membantu saya berlatih," ungkapnya.

Ia memasang smartphone dengan sensor rotasi gyroscope pada hoverboard untuk merekam data rotasi papan yang terhubung secara real-time ke ponsel lain di pergelangan tangannya. Sistem berbasis AI itu memberikan arahan suara melalui earphone selama latihan. Ayu berlatih lebih dari 10 hari sebelum melakukan uji coba di luar ruangan mengelilingi kota tempat tinggalnya di Badong, Provinsi Hubei.

Dalam uji coba tersebut, Ayu berhasil terbang menyusuri jalanan, melintasi Sungai Yangtze, dan melewati ngarai sungai. "Dulu aku bertanya-tanya apakah AI akan menggantikan kita suatu hari nanti. Sekarang aku percaya bahwa jika digunakan dengan benar, AI dapat menjadi partner yang membantu kita melampaui batasan kita sendiri," tutup Ayu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User