PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Lingkungan Kerja Inklusif Jadi Kunci

PT PLN (Persero) meraih dua penghargaan dalam UN Women Indonesia WEPs Awards 2026, yakni Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership. Penghargaan ini diberikan atas upaya PLN menciptakan lingkungan kerja inklusif dan memberdayakan perempuan, termasuk melalui kebijakan kerja fleksibel dan program TJSL yang menjangkau 327.415 perempuan sepanjang 2025.

Oct 31, 2026 - 16:02
Updated: 1 day ago
0
PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Lingkungan Kerja Inklusif Jadi Kunci
PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Lingkungan Kerja Inklusif Jadi Kunci

PT PLN (Persero) berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi dari ajang UN Women Indonesia Women's Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026. Dua penghargaan tersebut adalah Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendorong kesetaraan gender melalui lingkungan kerja yang inklusif serta pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Jakarta pada Kamis (29/10). Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, menekankan pentingnya mewujudkan kesetaraan gender melalui lingkungan kerja yang inklusif dan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan potensi serta karier. Ia menyoroti bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia masih berada di kisaran 56 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai sekitar 84 persen.

"Bagi banyak perempuan, tantangannya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan. Melainkan mendapatkan pekerjaan yang memungkinkan mereka mengembangkan aspirasi, menjaga kesejahteraan, dan memenuhi tanggung jawab yang terus dibebankan secara tidak proporsional oleh masyarakat ke pundak mereka," ujar Amurwani.

Ia menambahkan, upaya mewujudkan kesetaraan gender juga perlu menjangkau perempuan di luar lingkungan kerja formal, termasuk pelaku usaha, pekerja informal, dan perempuan yang terlibat dalam rantai pasok. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui perluasan akses terhadap pembiayaan dan teknologi digital, pendampingan usaha, serta pembukaan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik perempuan.

Sementara itu, Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia, Ulziisuren Jamsran, mengapresiasi para pemenang WEPs Awards 2026 yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender ke dalam kebijakan dan praktik perusahaan. "Para pemenang WEPs Awards 2026 telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata. Kebijakan yang mereka terapkan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret, didukung alokasi anggaran, serta memiliki hasil yang terukur. Kami percaya bahwa praktik baik dan hasil nyata ini akan terus meluas, tidak hanya berhenti di kantor pusat perusahaan, tetapi juga menjangkau seluruh rantai pasok hingga ke setiap rumah tangga," kata Ulziisuren.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menjelaskan bahwa PLN terus membangun lingkungan kerja yang inklusif dengan memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan karier dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Upaya tersebut didukung melalui berbagai kebijakan yang membantu pekerja menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi. Pegawai dapat memilih empat pola kerja fleksibel sesuai karakter tugas, memperoleh cuti ayah selama 30 hari atau 15 kali ketentuan nasional, cuti melahirkan selama 120 hari, serta cuti selama dua hari untuk merawat anggota keluarga yang sakit.

"PLN memberikan ruang bagi perempuan untuk tumbuh melalui berbagai fasilitas dan kesempatan pengembangan yang disiapkan perusahaan. Pengembangan perempuan bukan hanya tanggung jawab pengelola human capital, melainkan juga seluruh pemimpin di PLN. Setiap pemimpin memiliki peran dalam mendorong lahirnya generasi perempuan yang siap menjadi pemimpin di berbagai level organisasi," ujar Nurlely.

Tidak hanya di lingkungan kerja, PLN juga mendorong kesetaraan gender melalui berbagai program pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Dalam upaya melistriki seluruh negeri, PLN menyadari bahwa terpenuhinya akses listrik belum cukup untuk mengatasi ketimpangan yang dihadapi perempuan. Hal tersebut mendorong PLN untuk menghadirkan berbagai program untuk memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan di berbagai daerah.

Inisiatif tersebut dijalankan melalui Srikandi Movement dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan mendorong perempuan, khususnya kelompok rentan, perempuan masyarakat adat, perempuan Kepala Keluarga, dan pelaku usaha berbasis potensi lokal, untuk mengembangkan potensi serta kemandirian. Sepanjang 2025, program pemberdayaan berbasis gender oleh PLN menjangkau 327.415 perempuan melalui 139 program yang dilaksanakan bersama komunitas di seluruh Indonesia.

"Pemberdayaan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Perempuan perlu memperoleh pendampingan, keterampilan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, PLN berupaya memastikan setiap program sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tutup Nurlely.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User