Naskah Kuno hingga Batik Iluminasi Dipamerkan, SURI Tunjukkan Jejak Literasi Sumbar di Padang Panjang

SURI menghadirkan koleksi cetak lama, digitalisasi naskah kuno, syair, hingga batik iluminasi karya Teman Tuli Sumatera Barat di Festival Literasi Padang Panjang IV pada 29-31 Oktober 2026. Stan ini menjadi ruang edukasi yang menunjukkan bahwa warisan literasi masa lalu dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan kembali untuk kehidupan masa kini.

Oct 31, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Naskah Kuno hingga Batik Iluminasi Dipamerkan, SURI Tunjukkan Jejak Literasi Sumbar di Padang Panjang
Naskah Kuno hingga Batik Iluminasi Dipamerkan, SURI Tunjukkan Jejak Literasi Sumbar di Padang Panjang

Khazanah literasi Sumatera Barat kembali ditampilkan dalam Festival Literasi IV Kota Padang Panjang yang digelar pada 29-31 Oktober 2026 di Lapangan Bancah Laweh. Melalui stan pameran, Surau Intellectual for Conservation (SURI) memperkenalkan jejak Padang Panjang melalui terbitan lama, naskah kuno, hingga ragam hias yang kini bertransformasi menjadi batik.

Beragam koleksi dipamerkan di stan tersebut, mulai dari cetak lama, hasil digitalisasi naskah kuno, syair-syair lama, sampai produk kreatif yang dikembangkan dari ragam hias iluminasi naskah kuno. Beberapa koleksi cetak lama yang ditampilkan antara lain Daulat Rakyat, Medan Rakyat, dan Gema Islam, yang memuat pemberitaan, tulisan, serta iklan terkait Padang Panjang dan Sumatera Barat pada masanya. SURI juga menghadirkan tulisan sejumlah tokoh dan penulis asal Sumatera Barat, di antaranya Hamka dan Mohammad Hatta.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Laporan Daerah Perguruan Dinijah Puteri dan Kulijatul Mualimat Al-Islamijah, Padang Pandjang, yang dimuat dalam majalah Gema Islam tahun 1965 edisi 78. Laporan itu menjadi salah satu bahan yang paling sering dibaca karena menghadirkan rekam jejak lembaga pendidikan di Padang Panjang melalui sumber tertulis dari masa lalu.

Riki, pengunjung dari Diniyah Puteri, menilai koleksi tersebut penting untuk diperkenalkan kepada para siswa. Menurutnya, sumber-sumber lama semacam itu dapat membantu generasi sekarang mengenal perjalanan lembaga pendidikan mereka melalui pemberitaan masa lalu. "Koleksi seperti ini perlu dibaca oleh siswa Diniyah Puteri agar mereka tahu bagaimana sekolah mereka diberitakan pada masa lampau," ujarnya.

Selain koleksi cetak, SURI memperkenalkan hasil digitalisasi sejumlah naskah kuno yang ditemukan dan didokumentasikan di berbagai wilayah Sumatera Barat. Salah satunya dokumentasi kolofon naskah kuno dari Sijunjung yang memuat penanggalan merujuk pada tahun 1603 M. Materi itu ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan naskah kuno yang masih tersimpan di tengah masyarakat kepada khalayak lebih luas.

Stan SURI juga memperlihatkan bagaimana warisan naskah kuno dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang relevan dengan kehidupan masa kini. Beberapa koleksi batik karya Teman Tuli Sumatera Barat turut dipamerkan dengan motif dan ragam hias yang diadaptasi dari iluminasi naskah kuno yang telah ditemukan dan didokumentasikan SURI. Pengunjung juga dapat mendengarkan sejumlah syair yang bersumber dari naskah kuno, di antaranya Syair Mencari Rezeki Halal karya HAKA serta Syair Gerak Gempa Padang Panjang.

Ketua SURI, Surya, menyampaikan bahwa keikutsertaan SURI dalam Festival Literasi Padang Panjang IV terutama ditujukan sebagai ruang edukasi sekaligus memperkenalkan khazanah naskah kuno kepada masyarakat luas. "Literasi bukan hanya tentang membaca buku yang terbit hari ini. Kita juga perlu membaca kembali pengetahuan yang diwariskan oleh generasi terdahulu. Melalui stan ini, kami ingin memperlihatkan bahwa naskah kuno dan cetak lama bukan sekadar benda masa lalu untuk disimpan, tetapi dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan kembali sesuai dengan kebutuhan masyarakat hari ini," ujar Surya.

Menurut Surya, salah satu hal yang ingin diperlihatkan SURI adalah bagaimana proses pelestarian dapat dilanjutkan menuju pemanfaatan. Hal itu terlihat dari ragam hias iluminasi naskah kuno yang kemudian diadaptasi menjadi motif batik dan dikerjakan bersama Teman Tuli Sumatera Barat. Dengan demikian, kekayaan yang tersimpan dalam naskah kuno dapat hadir kembali dalam bentuk baru sekaligus membuka ruang kreativitas yang inklusif.

Kehadiran SURI sejalan dengan semangat Festival Literasi Padang Panjang IV. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Januardi, menyatakan kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus mendukung semangat Padang Panjang Kota Literasi, Kota yang Menginspirasi. Melalui partisipasi tersebut, SURI ingin menunjukkan bahwa upaya konservasi tidak berhenti pada menyimpan dan mendokumentasikan naskah kuno, tetapi juga memperkenalkan kembali, membaca, memahami, dan memanfaatkan warisan pengetahuan sebagai bahan pengajaran, produk kreatif, dan media hiburan agar tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User