Republik Kalah di Pemilu Sela AS, Warga Iran Bakar Poster Trump dan Netanyahu di Teheran
Warga Iran membakar poster raksasa bergambar Presiden AS Donald Trump, JD Vance, Steve Witkoff, dan PM Israel Benjamin Netanyahu di alun-alun Enghelab, Teheran. Aksi ini menyusul kekalahan telak Partai Republik di pemilu sela AS yang membuat Demokrat menguasai Kongres. Pejabat Iran menyebut hasil itu sebagai kekalahan politik Trump dan mengancam akan menambah kekalahan jika AS kembali berbuat macam-macam.
Warga Iran menggelar aksi unjuk rasa di alun-alun Enghelab, pusat Kota Teheran, dengan membakar poster raksasa yang menampilkan foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah sekutunya. Pembakaran poster tersebut menjadi respons atas kekalahan Trump dan Partai Republik dalam pemilu sela (midterm elections) AS.
Poster yang dibakar turut memuat gambar Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus AS Steve Witkoff, serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Massa yang hadir bersorak-sorai sambil mengibarkan bendera merah dan menuntut pembalasan atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Dalam aksi itu, sejumlah bendera yang dikibarkan bertuliskan ancaman terhadap Trump. Massa juga memperdengarkan lagu berjudul "Kita Harus Bangkit" melalui pengeras suara sebagai bentuk penghormatan kepada Khamenei, seperti dilaporkan AFP.
Aksi publik ini berlangsung setelah kekalahan telak Partai Republik pada pemilu sela AS, di mana Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali Kongres. Sejumlah pejabat Iran pun melontarkan ejekan terhadap Trump dan sekutunya.
Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei menilai peristiwa tersebut sebagai sebuah kekalahan politik. Sementara itu, Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei menyatakan kekalahan itu menunjukkan kekalahan politik bagi Trump dan akan ditambah oleh Iran apabila AS kembali berbuat macam-macam.
"Trump kalah dalam perang dan politik, dan kami akan memberikan kekalahan lebih lanjut padanya," kata Mohseni Ejei, seperti dikutip Ynet News.
Hasil penghitungan suara sementara pemilu sela AS pada 3 November menunjukkan kekalahan telak Partai Republik, baik di DPR maupun Senat. Hitung cepat New York Times sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi. Di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh meninggalkan Republik yang hanya 147 kursi.
Pada Rabu (4/11), Trump secara langka mengakui bahwa kekalahan Republik di Kongres sebagian disebabkan oleh keputusannya memerangi Iran, yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)