Kualitas Udara Pontianak Terburuk di Indonesia, Ini Penyebab dan Dampaknya

Kualitas udara Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat sebagai yang terburuk se-Indonesia pada Kamis (20/8) pagi dengan indeks AQI 191, masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 112µg/m³, 22,4 kali lipat standar WHO. Kondisi ini dipicu karhutla yang melanda sejumlah kabupaten sekitar. Pemerintah kota telah menetapkan status darurat karhutla dan mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan.

Sep 02, 2026 - 12:49
Updated: 2 months ago
0
Kualitas Udara Pontianak Terburuk di Indonesia, Ini Penyebab dan Dampaknya
Kualitas Udara Pontianak Terburuk di Indonesia, Ini Penyebab dan Dampaknya

Pontianak, Kalimantan Barat, mencatatkan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Kamis (20/8) pagi. Berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara (AQI) kota ini mencapai 191, masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah sekitarnya.

Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Pontianak tercatat 112 mikrogram per meter kubik, atau 22,4 kali lebih tinggi dari standar yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM2.5 adalah partikel udara berukuran kurang dari 2,5 mikron yang dapat masuk ke aliran darah saat dihirup, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

IQAir merekomendasikan warga Pontianak untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela rumah, dan mengenakan masker apabila harus keluar rumah. Selain Pontianak, sejumlah daerah lain juga mencatat kualitas udara tidak sehat, seperti Tangerang Selatan (AQI 176), Bandung (167), DKI Jakarta (166), dan Serpong (165).

Kabut asap akibat karhutla telah menyelimuti Pontianak selama beberapa waktu, terutama pada pagi dan malam hari. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa status darurat karhutla telah ditetapkan untuk memperkuat penanganan dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Forkopimda, serta pihak swasta.

"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan dampak kesehatan masyarakat," ujar Edi pada Senin (10/8). Berdasarkan pantauan alat pengukur kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara pada malam hari sekitar pukul 21.00-23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat.

Laporan pada 10 Agustus lalu mencatat terdapat 4.041 titik panas kebakaran di Kalimantan Barat, dengan 3.560 titik berada pada tingkat menengah dan 352 titik pada tingkat tinggi. Kabut asap yang menyelimuti Pontianak juga dipengaruhi kebakaran lahan di kabupaten sekitar seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak. Arah angin membawa asap menuju Pontianak, sehingga kualitas udara di kota ini ikut memburuk.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User