Dana Rp1,8 Miliar Mengalir ke London: UEA Diduga Sewa Eks Tentara Israel untuk Awasi Aktivis Muslim Inggris
Investigasi ITV News mengungkap dugaan keterlibatan UEA dalam menyewa mantan tentara Israel untuk memantau aktivis Muslim Inggris, Anas Altikriti, di London. Operasi yang didanai Abu Dhabi itu melibatkan penawaran hingga Rp1,8 miliar dan memicu kekhawatiran akan ancaman pembunuhan, meski belum ada bukti perintah langsung.
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah investigasi media mengungkap dugaan operasi pengawasan terhadap tokoh Muslim Inggris terkemuka yang didanai oleh Uni Emirat Arab (UEA). Anas Altikriti, aktivis dan kepala eksekutif Yayasan Cordoba, menjadi target operasi yang melibatkan mantan tentara bayaran berkewarganegaraan Israel dan Hungaria.
Laporan ITV News yang dirilis Kamis (20/8) menyebut Abraham Golan, pendiri perusahaan keamanan swasta Spear Operations Group, terbang ke London pada Desember 2016 dengan biaya dari Abu Dhabi. Golan dikenal sebagai mantan anggota legiun asing Prancis yang sebelumnya merekrut veteran militer Barat untuk operasi di Yaman.
Dokumen yang ditinjau ITV menunjukkan pengawasan ketat terhadap Altikriti, termasuk foto rumah, kendaraan, detail tempat kerja, hingga peta yang diduga menggambarkan rute harian dari rumah ke kantor. Investigasi juga menemukan Golan mendekati seorang konsultan Inggris dengan tawaran hingga £100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar untuk membantu operasi, termasuk mengatur pertemuan dengan Altikriti menggunakan dalih palsu.
Konsultan tersebut mengaku semakin curiga setelah bertemu Golan dan seorang mantan anggota pasukan khusus AS. Dalam salah satu pertemuan, rekannya diduga membuat gerakan menggorok leher saat membahas kemungkinan yang bisa terjadi pada Altikriti, memicu kekhawatiran bahwa pengawasan bisa berujung pada operasi pembunuhan. Meski demikian, ITV menegaskan tidak ada bukti perintah pembunuhan langsung dari pemerintah UEA.
Altikriti mengaku merasa "sangat mual" saat mengetahui area rumahnya difoto, terutama ketika anaknya masih kecil. Polisi kemudian mengunjunginya dan memperingatkan adanya informasi tentang potensi ancaman terhadap nyawanya, tanpa mengungkap sumber atau sifat pasti ancaman tersebut.
Pengungkapan ini muncul di tengah kampanye panjang UEA terhadap individu dan organisasi yang terkait Ikhwanul Muslimin. Yayasan Cordoba, yang dipimpin Altikriti, telah masuk daftar organisasi terlarang di UEA sejak 2014. Spear Operations Group milik Golan sebelumnya juga dikaitkan dengan program pembunuhan yang didukung UEA di Yaman, dengan gugatan di AS yang menuduh perusahaan itu dibayar sekitar US$1,5 juta per bulan untuk menargetkan lawan-lawan UEA.
Golan sendiri pernah mengakui menjalankan program pembunuhan terarah di Yaman dan mengaku mendapat sanksi dari UEA dalam koalisi pimpinan Saudi. Saat dimintai tanggapan ITV, Golan menolak memberikan respons substantif, sementara mantan rekannya dari Angkatan Laut AS tidak menanggapi permintaan komentar. Kedutaan Besar UEA di Inggris dan AS juga bungkam, dan Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak berkomentar dengan alasan masalah keamanan dan intelijen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)