Korsel Uji Peluncur Hipersonik, Korut Langsung Balas Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Korea Selatan dan Korea Utara saling membalas uji coba teknologi rudal dalam sepekan terakhir. Seoul menguji kendaraan peluncur hipersonik, sementara Pyongyang meluncurkan sejumlah rudal balistik ke Laut Timur, dengan satu rudal menempuh jarak lebih dari 900 kilometer. Ketegangan memanas menyusul ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi yang melukai tiga tentara Korsel.

Oct 12, 2026 - 12:02
Updated: 19 hours ago
0 0
Korsel Uji Peluncur Hipersonik, Korut Langsung Balas Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Timur
Korsel Uji Peluncur Hipersonik, Korut Langsung Balas Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Korea Selatan dan Korea Utara terlibat aksi saling balas uji coba teknologi rudal sepanjang pekan lalu. Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas setelah kedua negara menunjukkan kemampuan persenjataan masing-masing.

Seoul lebih dulu menggelar uji coba kendaraan peluncur hipersonik untuk rudal pada Kamis pekan lalu. Langkah tersebut disebut sebagai unjuk kekuatan atas kemampuan rudal canggih yang dimiliki Korea Selatan, sekaligus dipandang sebagai bentuk provokasi terhadap eksistensi Korea Utara.

Tidak butuh waktu lama bagi Pyongyang untuk merespons. Beberapa jam setelah uji coba Korsel, Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Timur. Menurut Kantor Berita Yonhap, setidaknya satu rudal menempuh jarak lebih dari 900 kilometer.

Kepala Staf Gabungan (The Joint Chief Staff/JCS) Korea Selatan mendeteksi peluncuran tersebut sekitar pukul 09.20 waktu setempat dari wilayah Pyongyang. Juru bicara JCS, Jang Do Young, menyatakan peluncuran itu juga mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan kemajuan dalam rencana pengembangan pertahanan lima tahun Korea Utara.

Jepang turut mendeteksi dua objek yang diduga sebagai rudal balistik. Kedua objek tersebut dilaporkan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Rangkaian uji coba ini terjadi di tengah ketegangan yang dipicu ledakan ranjau darat pada 21 September di Zona Demiliterisasi. Insiden tersebut melukai tiga tentara Korea Selatan, dua di antaranya mengalami luka parah.

Seoul menuduh pasukan Korea Utara sengaja memasang ranjau tersebut. Tuduhan itu didasarkan pada hasil penyelidikan bersama dengan Komando PBB.

Aksi saling balas uji coba rudal ini menambah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan militer di kawasan, terutama setelah insiden ranjau darat yang memperburuk hubungan kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User