Iran Tawarkan Diri Fasilitasi Dialog Arab Saudi-Yaman di Tengah Memanasnya Teluk
Menlu Iran Abbas Araghchi menelepon Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud dan menawarkan bantuan memfasilitasi dialog dengan Yaman. Ia menegaskan konflik kawasan tak bisa diselesaikan lewat kekuatan militer, di tengah eskalasi serangan Houthi ke bandara Saudi yang menewaskan 12 orang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. Dalam komunikasi yang berlangsung di tengah memanasnya situasi kawasan Teluk itu, Iran menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman.
Araghchi menegaskan bahwa Teheran siap memberikan dukungan yang diperlukan untuk mendorong tercapainya solusi politik bagi konflik Yaman. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur diplomasi ketimbang mengandalkan kekuatan militer.
Kantor berita pemerintah Arab Saudi melaporkan kedua menteri membahas peningkatan ketegangan di kawasan, terutama setelah kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi. Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (11/10), Araghchi memperingatkan bahwa pendekatan militer tanpa upaya mencari solusi politik justru akan memperburuk keadaan.
"Krisis di kawasan ini tidak dapat diselesaikan melalui kekuatan militer," tegas Araghchi. Pekan sebelumnya, ia juga menyatakan bahwa perang yang melibatkan Amerika Serikat tidak memiliki solusi militer, dan negosiasi yang berlandaskan keadilan merupakan jalan untuk mengakhiri konflik.
Ketegangan kian meningkat setelah serangan mematikan Houthi di bandara Riyadh dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 300 lainnya pada akhir pekan lalu. Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Washington di Yaman dan membuka kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran.
Pernyataan Trump tersebut berbeda dari ucapannya pada Kamis (8/10) sebelumnya, ketika ia menyatakan AS tidak akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga pemilihan paruh waktu di negara itu selesai. Hubungan Arab Saudi dan Iran sendiri kembali memburuk sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026.
Sejak periode itu, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dilaporkan menyerang aset militer AS serta infrastruktur energi di sejumlah negara Teluk, termasuk ladang minyak di Arab Saudi. Meski ketegangan meningkat, hubungan diplomatik Riyadh dan Teheran masih bertahan setelah keduanya memulihkan hubungan melalui kesepakatan yang dimediasi China pada 2023, usai keretakan selama tujuh tahun yang turut memperburuk konflik proksi di kawasan.
Pada Maret, Faisal mengatakan kesabaran Riyadh terhadap serangan tersebut memiliki batas dan mendesak Teheran untuk mengevaluasi kembali strateginya, lapor Al-Jazeera.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)