Menlu Tata Tegaskan Indonesia Tak Masuk Blok Mana Pun, Bebas Aktif Jadi Pegangan

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) menegaskan Indonesia tidak terikat aliansi mana pun dan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia menyatakan Indonesia memilih prinsip, bukan blok, serta siap tegas menjaga kepentingan NKRI. Pernyataan ini disampaikan usai serah terima jabatan dengan Menlu sebelumnya, Sugiono.

Oct 12, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0 0
Menlu Tata Tegaskan Indonesia Tak Masuk Blok Mana Pun, Bebas Aktif Jadi Pegangan
Menlu Tata Tegaskan Indonesia Tak Masuk Blok Mana Pun, Bebas Aktif Jadi Pegangan

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, yang akrab disapa Tata, menegaskan bahwa Indonesia tidak terikat pada aliansi mana pun. Penegasan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri, beberapa jam setelah serah terima jabatan dengan Menlu sebelumnya, Sugiono, pada Senin (12/10).

Dalam kesempatan tersebut, Tata menekankan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berpijak pada prinsip bebas aktif. "Indonesia tidak terikat pada aliansi manapun. Kita tidak memilih blok, kita memilih prinsip, kita negara cinta damai ingin berteman dengan semua negara," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan Indonesia. Menurut Tata, jika kepentingan nasional diganggu, Indonesia akan selalu bersikap tegas. "Kita akan selalu tegas untuk kepentingan NKRI," kata dia.

Tata juga menegaskan bahwa Indonesia berupaya menjadi bagian dari solusi di tengah perbedaan. "Bebas tapi tidak diam. Aktif tapi tidak ikut-ikutan. Dengan cara itulah Indonesia membangun reputasi sebagai bridge builder dan peacemaker," ungkapnya.

Indonesia sendiri tercatat aktif dalam sejumlah organisasi internasional, seperti ASEAN, BRICS, G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), MIKTA, hingga D-8. Partisipasi tersebut merupakan wujud peran aktif Indonesia di forum-forum global.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS sempat menuai kritik dari sejumlah pakar hubungan internasional. Mereka menilai keanggotaan Indonesia di organisasi itu akan terlihat sebagai bagian dari poros China-Rusia di tengah rivalitas global saat ini.

Namun, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif, bukan berarti ikut kubu tertentu. Dengan demikian, posisi Indonesia tetap konsisten untuk tidak terikat pada blok mana pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User