Listrik Batam-Bintan-Tanjungpinang Mati Total, PLN Minta Maaf dan Beberkan Penyebabnya
Gangguan interkoneksi sistem jaringan listrik Batam-Bintan-Tanjungpinang menyebabkan mati total sejak Senin dini hari. PLN menyatakan tengah melakukan penormalan bertahap, mengutamakan keselamatan petugas dan keamanan sistem. Manager PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Gangguan pasokan listrik melanda sejumlah wilayah di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejak Senin (12/10) dini hari. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengonfirmasi bahwa pemadaman total tersebut dipicu oleh gangguan interkoneksi pada sistem jaringan listrik Batam-Bintan (Babin).
Manager PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto menjelaskan, gangguan interkoneksi itu berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah di Pulau Bintan dan sekitarnya. Saat ini, petugas PLN tengah melakukan upaya penormalan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas serta keamanan sistem kelistrikan.
"PLN terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal di seluruh wilayah terdampak," kata Rully dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10).
Menurut Rully, proses penormalan dilakukan dengan memperhatikan kondisi sistem kelistrikan dan keandalan penyaluran listrik kepada pelanggan. PLN juga berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan gangguan berdasarkan kondisi di lapangan dan informasi yang telah terverifikasi.
Rully menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta berterima kasih atas pengertian dan kesabaran selama proses penormalan berlangsung. "PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat," ujarnya.
Hingga Senin siang, listrik terpantau belum menyala di sejumlah daerah terdampak. Penyebab pasti gangguan interkoneksi listrik Batam-Bintan yang mengalami mati total dari PLN Batam dan Tanjungpinang pun belum diketahui.
Dampak pemadaman ini membuat sebagian warga Batam, Bintan, dan Tanjungpinang kesulitan mendapatkan listrik, termasuk untuk mengisi daya baterai ponsel. Kedai kopi yang menggunakan mesin genset pun menjadi incaran warga untuk memperoleh listrik.
"Saya ke kedai kopi sini, sambil ngecas handphone, baterai habis," kata Eci kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/10).
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)