Iran Beberkan 6 Tuntutan Terbaru ke AS Lewat Qatar, Termasuk Akhiri Perang di Lebanon

Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei mengungkapkan Teheran telah menyampaikan enam persyaratan terbaru kepada Amerika Serikat melalui mediator Qatar untuk mengakhiri perang. Tuntutan itu mencakup penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, pembebasan dana Iran yang dibekukan, hingga penghentian serangan AS terhadap wilayah Iran. AS belum memberi tanggapan resmi.

Oct 12, 2026 - 04:01
Updated: 9 hours ago
0 0
Iran Beberkan 6 Tuntutan Terbaru ke AS Lewat Qatar, Termasuk Akhiri Perang di Lebanon
Iran Beberkan 6 Tuntutan Terbaru ke AS Lewat Qatar, Termasuk Akhiri Perang di Lebanon

Iran kembali melayangkan serangkaian persyaratan kepada Amerika Serikat sebagai syarat mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara. Persyaratan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada Sabtu (10/10). Menurut Rezaei, Teheran menitipkan tuntutannya kepada Washington melalui perantara Qatar.

Rezaei menegaskan bahwa meski Iran mengajukan syarat baru untuk membuka babak negosiasi berikutnya, posisi Teheran saat ini jauh lebih kuat dibandingkan 40 hari pertama konflik yang meletus pada akhir Februari lalu. Konflik itu dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. "Kami akan menghadapi Amerika dengan kekuatan yang lebih besar, serta melancarkan serangan yang lebih banyak dan lebih menyakitkan," ujar Rezaei seperti dikutip dari wawancara tersebut.

Ada enam poin utama yang diajukan Iran. Pertama, mengakhiri perang di semua front, khususnya di Lebanon. Kedua, membebaskan dana Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar AS. Ketiga, mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Keempat, menghentikan campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Iran. Kelima, mengakhiri kerja sama AS dengan pihak-pihak yang disebut Teheran sebagai penentang revolusi mereka. Keenam, menghentikan seluruh serangan AS terhadap wilayah Iran.

Rezaei menilai Washington seharusnya menerima persyaratan tersebut karena kepentingan AS sendiri. Ia juga menegaskan bahwa ancaman Presiden Donald Trump tidak akan membuahkan hasil apa pun. "Kami siap menghadapi perang yang menentukan," tegasnya.

Sejumlah tuntutan baru ini memiliki kesamaan dengan nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani pada Juni lalu. MoU tersebut juga mencakup penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing pihak, larangan mencampuri urusan dalam negeri, penghentian blokade laut oleh kedua belah pihak, serta pembebasan dana Iran yang dibekukan.

Dalam MoU Juni itu turut diusulkan rencana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS yang didukung AS. Kedua pihak juga menyepakati Iran tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir, dan Teheran akan membuka Selat Hormuz agar kapal dapat melintas dengan aman. Selain itu, AS diwajibkan memberikan pengecualian sanksi yang memungkinkan ekspor minyak mentah Iran dan layanan lainnya, tidak menjatuhkan sanksi baru, serta tidak mengerahkan tambahan pasukan ke kawasan tersebut. Namun dalam wawancara terbaru, Rezaei tidak menyebut soal reparasi perang dari AS yang sebelumnya pernah dituntut Teheran.

Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas persyaratan baru Iran tersebut. Rezaei menyatakan Teheran kini "menunggu Amerika menerima dan melaksanakannya". Di sisi lain, pada Sabtu AS justru memperingatkan warganya di sembilan negara, yakni Irak, Bahrain, Oman, Arab Saudi, Iran, Qatar, Lebanon, Kuwait, dan Yordania, untuk meningkatkan kewaspadaan. Washington menilai situasi keamanan masih kompleks dan berpotensi mengalami eskalasi yang tidak terduga.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mempersingkat kunjungan akhir pekannya ke Camp David. Menurut Gedung Putih, Trump kembali ke Washington, DC, pada Sabtu dari kompleks kepresidenan terpencil di pedesaan Maryland itu. Gedung Putih tidak menjelaskan alasan kepulangan lebih awal tersebut, yang terjadi saat pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi semakin memanas. Pengamat menilai Trump kemungkinan akan menanggapi serius nota yang diajukan Iran, sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang sebelum pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User