IHSG Terjun Bebas ke Bawah 6.000, 602 Saham Kompak Merah
IHSG ditutup melemah 157,61 poin atau minus 2,59 persen ke level 5.936 pada perdagangan Senin (12/10). Sebanyak 602 saham terkoreksi, hanya 114 saham menguat, dan 77 stagnan. Seluruh sektor indeks melemah, dipimpin sektor energi yang turun hingga 6 persen. Nilai transaksi mencapai Rp13,66 triliun dengan volume 62,14 miliar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk pada penutupan perdagangan Senin (12/10). Indeks turun 157,61 poin atau setara minus 2,59 persen ke level 5.936, menandakan posisinya berada di bawah ambang 6.000. Pelemahan ini menjadi sinyal tekanan jual yang masih kuat di pasar modal Indonesia.
Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi pada sesi tersebut mencapai Rp13,66 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 62,14 miliar lembar. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 602 saham mengalami koreksi, sementara hanya 114 saham yang berhasil menguat, dan 77 saham lainnya bergerak stagnan.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham individual, tetapi juga merata di seluruh sektor indeks. Sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan mencapai 6 persen. Ini mengindikasikan bahwa sentimen negatif tidak terbatas pada satu kelompok industri saja.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham terpantau bervariasi. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong menguat 0,25 persen, sedangkan Straits Times di Singapura naik 0,39 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite di China melemah 0,43 persen dan Nikkei 225 di Jepang turun tipis 0,02 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa Eropa justru kompak menguat. Indeks DAX di Jerman mencatat kenaikan 0,45 persen dan FTSE 100 di Inggris bertambah 0,53 persen. Hal serupa juga terjadi di bursa Amerika Serikat, dengan Dow Jones menguat 0,83 persen, S&P 500 naik 0,59 persen, dan NASDAQ Composite menanjak 0,64 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan IHSG terjadi di tengah tren positif sebagian besar bursa global. Investor tampaknya masih mencermati berbagai faktor domestik yang membebani pasar saham Indonesia pada awal pekan ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)