Korsel Tarik Pulang Diplomat dari Kedubes Ukraina, Dipicu Sengketa Tawanan Perang Korut

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memutuskan menarik lebih banyak personel kedutaannya dari Ukraina akibat sengketa terkait tawanan perang asal Korea Utara. Korsel menilai pernyataan Presiden Zelensky di PBB yang membocorkan operasi penyerahan dua tentara Korut telah melanggar kesepakatan kerahasiaan demi melindungi keluarga mereka.

Oct 22, 2026 - 04:01
Updated: 11 hours ago
0
Korsel Tarik Pulang Diplomat dari Kedubes Ukraina, Dipicu Sengketa Tawanan Perang Korut
Korsel Tarik Pulang Diplomat dari Kedubes Ukraina, Dipicu Sengketa Tawanan Perang Korut

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) memutuskan menarik lebih banyak personel kedutaannya dari Ukraina. Langkah ini merupakan buntut sengketa terkait tawanan perang asal Korea Utara yang memanas antara kedua negara.

Juru bicara Kemlu Korsel, Park Doo Soon, menyatakan pihaknya telah menyampaikan posisi resmi kepada Ukraina melalui berbagai saluran. Namun menurut dia, Korsel belum menerima tanggapan yang memadai dari pihak Ukraina.

"Langkah ini diambil karena kami menilai perlu untuk memfasilitasi penyelesaian masalah secara damai dan memulihkan kepercayaan antara kedua negara," kata Park Doo Soon, dikutip Al Jazeera.

Ketegangan ini bermula awal bulan ini ketika Korsel menarik duta besarnya dari Kyiv. Penarikan itu dipicu pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebut Ukraina telah menyerahkan dua tentara Korut yang ditangkap kepada Korsel.

Pernyataan Zelensky tersebut memicu kemarahan Korsel. Pasalnya, operasi penyerahan itu seharusnya tetap dirahasiakan demi melindungi keluarga para tentara tersebut yang masih berada di Korea Utara.

Meski menarik sebagian besar personelnya, Park memastikan seorang Kuasa Usaha (charge d'affaires) akan tetap berada di Kyiv. Selain itu, seluruh staf konsuler yang bertugas melindungi warga negara Korea Selatan di sana juga tetap dipertahankan untuk menjaga komunikasi diplomatik.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Korsel Cho Hyun mengakui bahwa Ukraina telah mengirimkan pesan berisi permohonan maaf terkait pernyataan Zelensky. Namun, pesan tersebut dinilai belum mencapai tingkat yang diharapkan oleh Korsel.

Sebagai catatan, berdasarkan konstitusi Korsel, semua penduduk Korea Utara dianggap sebagai warga negara Republik Korea. Mereka yang berhasil mencapai wilayah Korsel dan menyatakan keinginan untuk membelot pada umumnya diperbolehkan untuk tinggal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User