Khalil Al Hayya Paparkan Enam Prioritas sebagai Pemimpin Baru Hamas
Khalil Al Hayya, kepala biro politik Hamas yang baru, menyampaikan enam agenda prioritas dalam pidato pertamanya. Agenda tersebut meliputi penghentian serangan Israel, perbaikan kondisi hidup di Gaza, persatuan Palestina, penguatan hubungan regional, mobilisasi negara Arab-Muslim, dan desakan kepada PBB untuk melindungi warga Palestina.
Khalil Al Hayya, yang baru terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas, mengumumkan enam agenda prioritas kepemimpinannya dalam pidato pertama yang disiarkan secara langsung pada Rabu (22/7). Agenda utama yang disampaikan adalah penghentian total serangan Israel dan penarikan seluruh pasukan Zionis dari wilayah Palestina.
Al Hayya menyerukan kepada negara-negara mediator untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian yang telah ada dan melanjutkan ke fase berikutnya dari proses perdamaian. Prioritas kedua yang disebutkan berkaitan dengan kehidupan masyarakat Gaza, termasuk menciptakan kondisi hidup yang layak, menggagalkan rencana penggusuran, mempercepat rekonstruksi, dan mengamankan pembebasan tahanan.
Kondisi Gaza saat ini sangat memprihatinkan akibat agresi Israel yang telah berlangsung lama. Banyak warga terpaksa tinggal di kamp pengungsian dan ribuan fasilitas sipil hancur. Agresi tersebut juga telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai ratusan ribu lainnya.
Prioritas ketiga yang diungkapkan Al Hayya adalah mencapai persatuan Palestina melalui dialog nasional segera untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Prioritas keempat adalah memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim.
Selanjutnya, prioritas kelima adalah memobilisasi negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil tindakan efektif dan meningkatkan tekanan guna menghentikan apa yang disebut Al Hayya sebagai "mesin pembunuh dan genosida" Israel terhadap warga Palestina di Gaza, serta mendukung hak-hak Palestina. Prioritas keenam adalah mendesak komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban para "penjahat perang" Israel.
Pemilihan Al Hayya sebagai kepala biro politik Hamas terjadi setelah melalui pemilihan umum internal kelompok tersebut. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam bentrok dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024. Sinwar sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas setelah Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh Israel di Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)