Korsel Ancam Penjara Pelajar yang Menyontek Pakai Smart Glass di Ujian Masuk Universitas

Korea Selatan berencana menuntut pidana pelajar yang menyontek menggunakan smart glass saat ujian masuk perguruan tinggi. Sanksi larangan ikut ujian juga diperpanjang dari satu tahun menjadi tiga tahun, meski kemungkinan baru berlaku pada ujian tahun depan. Langkah ini menyusul kasus tiga mahasiswa yang membawa kacamata pintar dalam ujian esai di Seoul.

Oct 30, 2026 - 16:02
Updated: 9 hours ago
0
Korsel Ancam Penjara Pelajar yang Menyontek Pakai Smart Glass di Ujian Masuk Universitas
Korsel Ancam Penjara Pelajar yang Menyontek Pakai Smart Glass di Ujian Masuk Universitas

Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah tegas terhadap praktik kecurangan ujian masuk perguruan tinggi. Pelajar yang terbukti menyontek dengan kacamata pintar atau smart glass tidak hanya berurusan dengan sanksi akademik, tetapi juga berpotensi menghadapi proses pidana.

Rencana itu disampaikan pejabat Kementerian Pendidikan Korea Selatan, Lee Joon-hyuk. Menurut dia, kementerian akan mengupayakan tuntutan pidana terhadap siswa yang kedapatan menyontek menggunakan kacamata pintar. Pernyataan tersebut disampaikan kepada AFP pada Jumat (30/10).

Selain ancaman pidana, pemerintah menyiapkan sanksi yang lebih berat berupa perpanjangan masa larangan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Dalam aturan baru yang diusulkan, pelajar yang terbukti curang tidak boleh mengikuti ujian kembali selama tiga tahun. Sebelumnya, masa larangan hanya satu tahun.

Meski demikian, Lee memperkirakan kebijakan tersebut belum bisa diterapkan pada ujian masuk perguruan tinggi bulan depan. Sebab, pemerintah masih memerlukan waktu untuk mengubah peraturan yang berlaku. Dengan sisa waktu sekitar 20 hari sebelum ujian, perubahan regulasi dinilai sulit dilakukan secara realistis. Pemerintah menargetkan aturan baru mulai berlaku pada ujian tahun depan.

Pengetatan aturan ini muncul setelah tiga mahasiswa kedapatan mengenakan atau membawa kacamata pintar saat mengikuti ujian esai di sebuah universitas di Seoul. Perangkat tersebut menjadi perhatian karena mampu mengambil foto, merekam video, hingga berinteraksi dengan asisten berbasis kecerdasan buatan atau AI, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan saat ujian.

Kasus serupa juga terjadi di Taiwan. Pada musim panas tahun ini, National Taiwan University di Taipei mendiskualifikasi seorang peserta ujian masuk karena menggunakan kacamata pintar berbasis AI untuk menyontek.

Untuk mengantisipasi praktik serupa, Kementerian Pendidikan Korea Selatan mengumumkan sejumlah langkah pencegahan pada Kamis (29/10). Salah satunya menugaskan petugas khusus di setiap lokasi ujian untuk mengidentifikasi kacamata yang mencurigakan. Pengawasan itu akan diterapkan dalam ujian masuk universitas nasional Korea Selatan yang dikenal sebagai Suneung.

Suneung merupakan salah satu ujian paling menentukan bagi pelajar Korea Selatan karena hasilnya menjadi syarat penting untuk masuk universitas ternama. Ketatnya persaingan membuat pemerintah menerapkan berbagai aturan khusus, termasuk larangan penerbangan nasional selama 35 menit saat tes mendengarkan bahasa Inggris serta penyesuaian jam kerja bank dan kantor pemerintahan agar lalu lintas lebih lancar. Di sisi lain, tekanan akademik yang tinggi turut dikaitkan dengan persoalan kesehatan mental remaja di negara tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User