Krisis Memori Bikin Harga HP Melonjak, Pengiriman Global Anjlok 20 Persen

Survei Counterpoint Research mengungkap krisis memori ekstrem pada kuartal III 2026 memicu lonjakan harga HP hingga 20 persen dan penurunan pengiriman global 20 persen YoY, terendah dalam 14 tahun. Konsumen menunda ganti HP, beralih ke perangkat refurbished, sementara produsen fokus pada segmen premium untuk menjaga profitabilitas.

Oct 16, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Krisis Memori Bikin Harga HP Melonjak, Pengiriman Global Anjlok 20 Persen
Krisis Memori Bikin Harga HP Melonjak, Pengiriman Global Anjlok 20 Persen

JAKARTA - Survei terbaru Counterpoint Research menyoroti dampak krisis memori ekstrem terhadap pasar smartphone global pada kuartal ketiga 2026. Kelangkaan komponen ini tidak hanya memicu lonjakan harga, tetapi juga mengubah perilaku konsumen secara signifikan.

Analis Senior Counterpoint Research, Shilpi Jain, menjelaskan bahwa krisis memori telah mendorong pasar ke fase yang lebih selektif. "Konsumen mempertahankan perangkat mereka lebih lama dari perkiraan, semakin mempertimbangkan perangkat refurbished dan memprioritaskan perangkat dengan nilai lebih tinggi," ujar Jain dalam keterangannya, Senin (12/10).

Di sisi lain, produsen smartphone menyesuaikan portofolio, harga, dan strategi pasar untuk melindungi profitabilitas. Permintaan perangkat premium tetap relatif kuat, namun pasar segmen menengah ke bawah semakin tertekan. "Hal ini semakin menekan pasar segmen menengah ke bawah, sementara permintaan di segmen premium relatif tetap kuat. Kondisi ini memperlebar kesenjangan antara konsumen kelas premium dan konsumen yang sensitif terhadap harga," imbuh Jain.

Riset tersebut juga mencatat pengiriman smartphone global turun hingga 20 persen year-on-year (YoY) pada kuartal ketiga 2026, angka terendah dalam 14 tahun. Penurunan ini dipicu oleh kelangkaan memori yang membuat harga DRAM dan NAND melonjak, meningkatkan biaya komponen, dan mengurangi pasokan. Akibatnya, produsen membebankan biaya lebih tinggi kepada konsumen, mendorong kenaikan harga ritel smartphone sebesar 20 persen serta meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) pasar sepanjang tahun 2026.

Counterpoint menilai kenaikan harga membuat sejumlah model smartphone murah keluar dari rentang harga yang diminati konsumen. Keterbatasan stok juga menyebabkan produsen membatasi pengiriman. "Prospek industri ponsel untuk sisa tahun 2026 masih menantang. Di tengah tingginya biaya komponen dan melemahnya daya beli konsumen, produsen ponsel semakin memprioritaskan profitabilitas dibandingkan volume pengiriman," ungkap Counterpoint.

Lebih lanjut, Counterpoint memperkirakan pemangkasan produksi, penyederhanaan lini produk, dan fokus yang lebih besar pada perangkat premium akan terus berlanjut. Sementara itu, segmen yang sensitif terhadap harga menghadapi tekanan lebih lanjut akibat kenaikan harga perangkat dan terbatasnya ketersediaan komponen.

Riset ini turut mengungkap peringkat lima merek smartphone teratas di pasar global pada kuartal ketiga 2026. Samsung memimpin dengan pangsa pasar 23 persen, didorong permintaan kuat terhadap Galaxy Z Fold 8 dan pasokan komponen yang stabil untuk seri Galaxy A di segmen menengah negara berkembang. Meski begitu, pengiriman Samsung turun 3 persen karena fokus pada perangkat ber-ASP lebih tinggi.

Apple menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 22 persen, pertama kalinya melampaui 20 persen dalam sejarah. Penurunan pengiriman terjadi akibat tidak hadirnya iPhone 18 versi standar dalam peluncuran September lalu, meski iPhone 18 Pro mencatatkan peluncuran lebih kuat terutama di China dan India. Xiaomi berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar turun menjadi 12 persen, seiring perusahaan mengurangi eksposur terhadap smartphone harga rendah dan menaikkan ASP untuk menghindari margin tidak ekonomis. Sementara itu, Oppo dan Vivo masing-masing mencatatkan pangsa pasar 9 persen dan 8 persen, dengan penurunan pengiriman sebesar 20 persen YoY setelah menaikkan harga di lini produk termurah dan menengah sebagai respons terhadap kenaikan biaya memori.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User