Tiga Serangan Sekolah Guncang Polandia dalam Sepekan, Polisi Periksa 50 Ribu Sekolah
Polandia dilanda gelombang kekerasan sekolah dengan tiga insiden dalam sepekan. Terbaru, seorang perempuan melukai tiga orang di sebuah lembaga pendidikan di Warsaw. Polisi menahan 76 orang dan memeriksa hampir 50 ribu sekolah. Pemerintah berjanji mempercepat RUU pemblokiran konten berbahaya di ruang digital.
Polandia tengah menghadapi gelombang kekerasan di lingkungan pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, tiga insiden penyerangan sekolah terjadi berturut-turut, dengan kejadian terbaru pada Sabtu (10/10) di sebuah lembaga pendidikan tinggi di distrik Praga, Warsaw. Seorang perempuan menyerang tiga orang yang sedang menyerahkan berkas di kantor sekolah menggunakan benda berbahaya. Bercak darah terlihat di area rerumputan dekat pintu masuk sekolah swasta tersebut.
Juru bicara Kepolisian Warsaw, Jakub Filipiak, mengonfirmasi insiden tersebut. Korban luka terdiri dari dua remaja berusia 17 tahun dan seorang pemuda berusia 24 tahun. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil dan luka yang dialami tidak mengancam jiwa. Pelaku wanita telah berhasil diamankan di kantor polisi.
Rangkaian serangan dimulai pada Rabu lalu ketika seorang siswa berusia 19 tahun melukai sembilan orang menggunakan senjata tajam di Mazovia. Sehari setelahnya, seorang remaja berusia 15 tahun menewaskan seorang penjaga sekolah dan melukai dua orang lainnya di wilayah yang sama. Insiden-insiden ini menggegerkan publik Polandia karena kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan fenomena baru di negara tersebut.
Di tengah rentetan insiden itu, kepolisian Polandia mengumumkan telah menahan 76 orang dan memeriksa hampir 50 ribu sekolah di seluruh negeri untuk mencegah potensi aksi kekerasan susulan. Pemerintah menegaskan belum menemukan bukti koordinasi antar-pelaku maupun tantangan daring yang memprovokasi aksi tersebut.
Namun, peneliti senior dari International Centre for Counterterrorism di Den Haag, Kacper Rekawek, menilai insiden ini mengindikasikan pola peniru atau copycat scenario yang mengadopsi estetika terorisme global. Isu ancaman penyerangan massal sebelumnya sempat memicu kepanikan di grup percakapan orang tua murid hingga menyebabkan 59 sekolah meliburkan kegiatan belajar-mengajar pada Jumat lalu.
Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, menegaskan tidak ada kompromi terkait keselamatan para pelajar. Dalam razia Jumat lalu, polisi bahkan menyita berbagai jenis pisau lipat dan mercon dari tas sejumlah siswa di sekolah. "Tidak ada kompromi di sini. Keselamatan para pemuda adalah hal yang paling utama," tegas Kierwinski.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berjanji akan mempercepat pengesahan rancangan undang-undang guna memblokir konten berbahaya di ruang digital. Langkah ini diambil untuk mencegah tayangan langsung atau live streaming aksi kejahatan di masa mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)