BGN Ungkap Modus Penipuan Berkedok Percepatan Aktivasi Dapur MBG, Masyarakat Diminta Waspada

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap modus penipuan yang menjanjikan percepatan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Oknum mengatasnamakan BGN meminta sejumlah uang dengan dalih membawa nota dinas verifikasi. BGN mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan segera melaporkan indikasi penipuan melalui kanal resmi.

Oct 12, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
BGN Ungkap Modus Penipuan Berkedok Percepatan Aktivasi Dapur MBG, Masyarakat Diminta Waspada
BGN Ungkap Modus Penipuan Berkedok Percepatan Aktivasi Dapur MBG, Masyarakat Diminta Waspada

Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar praktik penipuan yang mencatut nama institusi tersebut dengan menjanjikan percepatan pembukaan atau aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai dapur MBG. Modus yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab itu menyasar calon mitra dengan iming-iming mempercepat proses operasional dapur MBG.

Dalam menjalankan aksinya, oknum tersebut mendatangi calon mitra dan meminta sejumlah uang. Dalih yang digunakan adalah membawa nota dinas verifikasi dan validasi terhadap SPPG milik calon mitra. Juru Bicara BGN Tysa Novenny menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan modus penipuan yang harus diwaspadai masyarakat.

Tysa mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap janji percepatan proses operasional yang disertai permintaan pembayaran oleh pihak yang tidak berwenang. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi harus dipastikan kebenarannya terlebih dahulu, termasuk identitas pihak yang menghubungi.

"Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan," ujar Tysa dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10).

Tysa juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menyikapi setiap tindakan yang mengatasnamakan BGN, terutama jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian atau meminta masyarakat melakukan tindakan tertentu tanpa kejelasan dan verifikasi yang memadai. Ia mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan melalui pesan pribadi, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya perlu diperiksa secara saksama sebelum ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menegaskan bahwa pencatutan nama institusi pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan dokumen atau keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memenuhi permintaan tersebut secara terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BGN.

Hida, sapaan akrabnya, juga meminta masyarakat yang menemukan indikasi tindakan tersebut untuk menyimpan bukti-bukti relevan, seperti pesan komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, maupun dokumen yang ditunjukkan. Bukti-bukti ini penting untuk mendukung proses pelaporan dan penelusuran lebih lanjut agar dugaan penyalahgunaan nama BGN dapat ditangani sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat diharapkan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BGN mengimbau masyarakat berperan aktif dalam mencegah praktik penipuan yang mencatut nama institusi pemerintah.

Apabila menemukan atau mengalami indikasi penipuan yang mengatasnamakan BGN, masyarakat dapat melaporkannya melalui layanan call center resmi BGN, SAGI 127, SP4N-LAPOR! BGN, PO BOX 45000, Lapor Mas Dar!, atau dengan membuat janji temu melalui Pusat Pelayanan Terpadu di Kantor BGN untuk memperoleh informasi dan tindak lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User