Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS, Analis Sebut Peluang Lanjut Naik Terbuka

Nilai tukar rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.885 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona hijau. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang terus menguat seiring penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar AS, meski terbatas oleh situasi geopolitik Timur Tengah.

Oct 12, 2026 - 04:01
Updated: 9 hours ago
0 0
Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS, Analis Sebut Peluang Lanjut Naik Terbuka
Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS, Analis Sebut Peluang Lanjut Naik Terbuka

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (12/10) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.885 per dolar AS, naik 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia yang kompak berada di zona hijau terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,09 persen, yen Jepang menguat 0,09 persen, dan won Korea Selatan mencatat kenaikan tertinggi di kawasan dengan 0,31 persen. Sementara dolar Hong Kong bergerak stagnan, dan yuan China justru melemah tipis 0,01 persen.

Tren serupa juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,11 persen. Dolar Australia naik 0,10 persen, dolar Kanada menguat 0,02 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,07 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki ruang untuk terus menguat terhadap dolar AS. Menurutnya, penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar AS menjadi faktor pendorong utama.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, lanjut Lukman, sentimen positif juga datang dari harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel. Hal ini menyusul kabar bahwa Rusia akan melepas pasokan setiap hari atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa penguatan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu besar. Pasalnya, situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi faktor pembatas.

"Penguatan diperkirakan terbatas oleh situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas," kata Lukman.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User