Rizky Ridho Kecam Kekerasan terhadap Pemain Muda Usai Bus EPA Persib Diserang di Rest Area
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho menyayangkan dan mengecam insiden penyerangan bus rombongan Elite Pro Academy Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360, Batang, Jawa Tengah. Lewat Instagram Story, Ridho menegaskan tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola, terutama terhadap pemain muda yang sedang mengejar mimpi. Insiden terjadi Minggu malam saat rombongan pulang usai bertanding di Solo.
Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, angkat bicara menanggapi insiden penyerangan yang menimpa rombongan bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Peristiwa itu terjadi di Rest Area KM 360, Batang, Jawa Tengah, dan menjadi sorotan karena melibatkan pemain-pemain muda.
Ridho menyampaikan sikapnya melalui Instagram Story pribadinya. Bek berusia 24 tahun itu mengecam keras segala bentuk kekerasan dalam sepak bola, khususnya yang dialami para pemain muda.
"Sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa pemain EPA Persib Bandung. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola," tulis Ridho dalam unggahannya.
Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap pemain muda yang tengah berjuang mengejar mimpi tidak bisa ditoleransi. "Apalagi, kekerasan dilakukan terhadap pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpinya. Stop kekerasan dalam sepak bola," lanjutnya.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (11/10) malam. Rombongan Persib U-18 sedang memasuki rest area dalam perjalanan pulang setelah bertanding melawan EPA Garuda United di Stadion UNS, Surakarta.
Akibat kejadian itu, kaca bus rombongan dilaporkan rusak. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan hilang. Dalam video yang beredar di media sosial, seorang ofisial Persib U-18 tampak mengalami luka lecet di pipi dan kepala.
Pelaku insiden ini diduga mengarah ke oknum suporter Persija, Jakmania. Pasalnya, Macan Kemayoran baru saja melakoni laga tandang kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (10/10).
Pihak Persib mengecam keras segala bentuk kekerasan dan mengimbau semua pihak untuk tetap tenang, menahan diri, serta tidak melakukan aksi balasan. Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan verifikasi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)