Setahun Gencatan Senjata Gaza Berlalu, Israel Dilaporkan Tewaskan 1.470 Warga Palestina

Genap setahun gencatan senjata Gaza berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun janji penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi belum terwujud. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.470 warga Palestina tewas dan 5.180 luka akibat pelanggaran gencatan senjata. OCHA menyebut hampir dua pertiga wilayah Gaza kembali dikuasai atau dibatasi ketat militer Israel, sementara kebutuhan rekonstruksi mencapai US$71,4 miliar.

Oct 11, 2026 - 12:02
Updated: 2 days ago
0 0
Setahun Gencatan Senjata Gaza Berlalu, Israel Dilaporkan Tewaskan 1.470 Warga Palestina
Setahun Gencatan Senjata Gaza Berlalu, Israel Dilaporkan Tewaskan 1.470 Warga Palestina

Tepat satu tahun sudah kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza berlaku, terhitung sejak 10 Oktober 2025. Namun harapan warga Palestina akan penarikan pasukan Israel, pemulihan pemerintahan, hingga rekonstruksi wilayah yang dijanjikan masih jauh dari kenyataan. Serangan militer Israel dilaporkan terus berlanjut meski seluruh tawanan Israel telah dibebaskan.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel selama setahun terakhir telah menewaskan lebih dari 1.470 warga Palestina dan melukai 5.180 orang lainnya. Penarikan pasukan Israel pun mengalami kemunduran, sementara jutaan warga Palestina masih hidup dalam pengungsian di tengah puing-puing reruntuhan.

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat semula dirancang secara bertahap untuk menghentikan perang yang membara sejak 8 Oktober 2023. Pada 13 Oktober 2025, Hamas membebaskan 20 tawanan Israel yang tersisa, bersamaan dengan pembebasan 1.968 tahanan Palestina oleh Israel. Proses pengembalian jenazah berakhir pada 26 Januari 2026.

Laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengungkapkan bahwa sebelum gencatan senjata, militer Israel menguasai sekitar 75 persen wilayah Gaza. Kesepakatan awalnya menarik mundur pendudukan ke "garis kuning" hingga menguasai 53 persen wilayah. Namun sejak Juni lalu, pasukan Israel kembali merangsek ke arah barat. Hingga Agustus 2026, hampir dua pertiga wilayah Gaza kembali berada di bawah kendali langsung atau pembatasan ketat militer Israel.

"Setahun berlalu, isu pembebasan tawanan memang telah selesai. Namun bagi warga Gaza yang terlunta-lunta, masa transisi yang dijanjikan dari perang menuju pemulihan sama sekali belum tiba," tulis laporan OCHA, seperti dilansir Anadolu Agency.

Pemerintahan transisi teknokratis yang dipimpin Ali Shaath melalui Komite Nasional Administrasi Gaza, yang dibentuk pada Januari lalu, juga belum sepenuhnya memegang kendali tata kelola sipil. Pasukan stabilisasi internasional yang direncanakan tak kunjung dikerahkan.

Di sektor rekonstruksi, PBB, Uni Eropa, dan Bank Dunia memperkirakan Gaza membutuhkan dana sebesar US$71,4 miliar atau sekitar Rp1.277,45 triliun selama 10 tahun untuk pemulihan. Kebutuhan mendesak mencapai US$26,3 miliar pada 18 bulan pertama. Hingga kini, pemblokiran pintu perbatasan oleh Israel masih menghambat masuknya bantuan tenda pengungsian dan material bangunan dasar.

Sejak Oktober 2023, data resmi Palestina mencatat lebih dari 74 ribu warga Palestina tewas, 175 ribu lainnya luka-luka, serta 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza hancur total.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User