Iran Peringatkan AS akan Serangan Balasan jika Fasilitas Nuklir Diserang

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah jika AS menyerang fasilitas nuklir Iran, menyusul ancaman Presiden Trump untuk menyerang Pickaxe Mountain di Natanz. Iran menegaskan akan merespons dengan kekuatan penuh dan menganggap serangan tersebut sebagai perluasan perang.

Jul 31, 2026 - 02:17
Updated: 3 months ago
0
Iran Peringatkan AS akan Serangan Balasan jika Fasilitas Nuklir Diserang
Iran Peringatkan AS akan Serangan Balasan jika Fasilitas Nuklir Diserang

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain. Dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency pada Selasa (21/7), Markas Besar militer Iran Khatam Al Anbiya menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir atau fasilitas sensitif lainnya akan memicu respons regional yang menargetkan kepentingan AS, sekutu, dan pendukung Washington di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah AS akan dianggap sebagai perluasan perang dan akan dihadapi dengan "kekuatan penuh" dari angkatan bersenjata Iran. Ancaman ini muncul sebagai reaksi atas pernyataan Trump yang menyatakan akan menyerang tempat sentrifus nuklir di Pickaxe Mountain, Natanz, dalam waktu dekat dengan kekuatan besar.

Trump sebelumnya mengatakan, "Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras. Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya." Pernyataan itu menambah ketegangan yang sudah tinggi antara kedua negara.

Pickaxe Mountain menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan ribuan sentrifus ke lokasi tersebut menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas nuklir utama Iran selama konflik tahun lalu. Langkah ini dinilai sebagai upaya Iran untuk melindungi aset nuklirnya dari serangan lebih lanjut.

Dalam hampir dua pekan terakhir, AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, meskipun sempat terjadi gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran. Serangan AS tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga fasilitas sipil seperti jembatan di sejumlah wilayah Iran.

Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Timur Tengah. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bahkan mendeklarasikan perang total setelah pasukan AS menggempur fasilitas sipil dan menargetkan mata pencaharian rakyat Iran.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, dan peringatan terbaru dari IRGC menunjukkan bahwa Iran siap mengambil tindakan tegas jika AS melanjutkan ancamannya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User