Penjualan Bisnis Sawit Haji Isam Tembus Rp3,52 Triliun, Biodiesel Jadi Penopang Utama
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) milik Haji Isam mencatat penjualan Rp3,52 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik 14,3 persen dari periode yang sama tahun lalu. FAME atau bahan baku biodiesel menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan Rp2,94 triliun, sementara laba bersih melesat 55,8 persen menjadi Rp349 miliar.
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, mencatatkan penjualan Rp3,52 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Capaian itu tumbuh 14,3 persen dibandingkan penjualan September 2025 yang sebesar Rp3,08 triliun.
Angka tersebut mengacu pada Laporan Keuangan Interm per 30 September 2026 yang belum diaudit, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Kamis (27/10).
Peningkatan penjualan JARR ditopang oleh Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang menjadi kontributor terbesar. Produk bahan baku biodiesel itu menyumbang Rp2,94 triliun atau setara 83,5 persen dari total penjualan perusahaan.
Selain FAME, sejumlah produk lain turut memberi andil, antara lain crude glycerine sebesar Rp273 miliar, Palm Fatty Acid Distilate (PFAD) Rp183,6 miliar, minyak goreng Rp64,7 miliar, dan palm kernel Rp62,6 miliar.
Berdasarkan data pelanggan, JARR menjual produknya kepada pihak afiliasi senilai Rp1,66 triliun dan kepada pihak ketiga sebesar Rp1,85 triliun. Di antara pelanggan pihak ketiga, PT Pertamina Patra Niaga menyerap sekitar 29 persen atau Rp1,04 triliun, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sekitar 5 persen atau Rp187 miliar, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit 3 persen atau Rp115 miliar.
Kinerja penjualan yang melesat turut mendorong laba bersih JARR naik 55,8 persen secara tahunan, dari Rp224 miliar pada September 2025 menjadi Rp349 miliar pada September 2026.
JARR merupakan satu dari dua emiten terafiliasi Haji Isam yang sahamnya dijadikan agunan kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) oleh induk usaha masing-masing. Emiten lainnya adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Aksi gadai saham tersebut dilakukan di tengah rencana Haji Isam mencaplok saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama. Bank Mandiri pun memberikan plafon fasilitas kredit Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)