AS Pindahkan 10 Pesawat Kargo ke Israel, Sinyal Serangan Baru ke Iran Menguat
Amerika Serikat dikabarkan mengirim 10 pesawat kargo militer ke Israel dan menempatkannya di pangkalan udara Ovda dan Nevatim. Langkah ini disebut bagian dari persiapan serangan baru ke Iran setelah pemilu paruh waktu November. AS juga memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah dan menambah kapal perang.
Amerika Serikat kembali memanaskan situasi di Timur Tengah. Menurut laporan stasiun televisi Israel KAN pada Kamis (29/10), AS telah mengerahkan 10 pesawat kargo militer ke Israel. Pesawat-pesawat itu ditempatkan di Pangkalan Udara Ovda dan Nevatim yang berada di wilayah Negev selatan.
Pengerahan ini disebut sebagai bagian dari persiapan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Selain ke Israel, pesawat militer tambahan juga dikirim ke sejumlah pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai tujuan pengerahan tersebut, termasuk apa yang diangkut oleh pesawat-pesawat kargo itu.
Isyarat serangan memang semakin kuat. AS belakangan mengindikasikan akan melancarkan serangan baru ke Iran setelah pemilu paruh waktu digelar pada November mendatang. Awal pekan ini, AS dilaporkan telah memberi tahu negara-negara Teluk tentang kemungkinan kampanye militer singkat dan terbatas terhadap Iran. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump disebut belum mengambil keputusan apa pun.
Menurut laporan KAN, militer AS saat ini tinggal menunggu lampu hijau untuk memulai operasi. Washington juga telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas guna memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah. Langkah ini menjadi sinyal keseriusan AS dalam mengantisipasi eskalasi.
Sebagai tindakan pencegahan, pasukan-pasukan AS yang berada di wilayah rawan telah diminta pergi. Kapal induk dan korps marinir bahkan disebut akan tiba di Timur Tengah pada November. Anadolu Agency melaporkan bahwa bala bantuan tersebut akan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang sudah beroperasi di kawasan itu.
Dengan pengerahan kekuatan militer yang signifikan, situasi di Timur Tengah kembali memanas. Dunia menunggu apakah AS benar-benar akan melancarkan serangan baru ke Iran atau hanya sebatas menunjukkan kekuatan sebagai tekanan diplomatik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)