IMF Sebut PDB per Kapita Vietnam Bakal Lewati Indonesia pada 2026, Ini Pemicunya
IMF memprediksi PDB per kapita Vietnam melampaui Indonesia pada 2026, dengan pertumbuhan 8,9 persen ke US$5.259, sementara Indonesia US$5.153. Investasi publik agresif dan manufaktur berteknologi tinggi jadi pendorong utama, ditambah ekspor Vietnam yang melonjak 25 persen.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita Vietnam akan melampaui Indonesia pada tahun 2026. Dalam laporan yang dikutip Nikkei Asia, Jumat (30/1), IMF menaksir PDB per kapita Vietnam tahun ini tumbuh 8,9 persen menjadi US$5.259 atau sekitar Rp95,55 juta dengan asumsi kurs Rp18.170 per dolar AS. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.
Perkiraan itu menempatkan Vietnam di posisi kelima terbesar di ASEAN untuk PDB per kapita. Capaian ini berada di atas Indonesia yang ditaksir memiliki PDB per kapita sebesar US$5.153 atau setara Rp93,62 juta. Lonjakan PDB per kapita Vietnam tidak terlepas dari perannya sebagai alternatif China dalam manufaktur berteknologi tinggi, termasuk semikonduktor dan elektronik.
Peneliti Senior Institute for Developing Economies (Jepang) Mai Fujita menyatakan bahwa investasi publik yang agresif dari pemerintah turut menopang pertumbuhan. "Investasi publik yang agresif dari pemerintah turut menopang pertumbuhan," ujarnya seperti dikutip NikkeiAsia. Tahun ini, pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 10 persen. Untuk mendukung target tersebut, Vietnam diperkirakan akan mengalokasikan sekitar 1 triliun dong untuk investasi publik hingga akhir tahun.
Saat ini, pemerintah Vietnam tengah mengerjakan berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan, bandara, hingga proyek lainnya. Vietnam juga menjadi tujuan investasi sejumlah perusahaan asing. Produsen elektronik Taiwan Foxconn Electronics Group misalnya, tengah memperluas kapasitas produksinya di Vietnam. Perusahaan asal Korea seperti Samsung Electronics juga memiliki pabrik di Vietnam yang memproduksi ponsel pintar dan berbagai perangkat elektronik untuk diekspor.
Berkat gelontoran investasi tersebut, ekspor Vietnam melonjak 25 persen (year on year) menjadi US$434,3 miliar hingga kuartal III 2026. Sementara itu, IMF memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen. Investasi baru yang masuk dinilai belum mampu mendongkrak lapangan kerja dan pendapatan yang memadai bagi penduduk. Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga menahan laju nominal pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam denominasi dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan PDB per kapita sebagai nilai ekonomi suatu negara dibagi dengan jumlah seluruh penduduknya. PDB per kapita nominal dihitung berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tersebut, tanpa penyesuaian terhadap inflasi. Pada 2025, BPS merilis PDB per kapita Indonesia sebesar Rp83,7 juta atau US$5.083,4.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)