Enam Jembatan di Iran Hancur Akibat Serangan Udara AS
Pasukan AS menghancurkan enam jembatan di Provinsi Hormozgan, Iran, dalam serangan udara pada 16 Juli. Serangan ini bertujuan memutus jalur pasokan militer Iran. Jembatan-jembatan tersebut menghubungkan Bandar Abbas dengan daerah pedalaman, dan kerusakannya mengganggu lalu lintas sipil serta komersial. Pemerintah setempat melaporkan korban jiwa akibat insiden terkait.
Serangan udara intensif yang dilakukan pasukan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir telah menghancurkan sejumlah infrastruktur penting. Dalam satu malam, pada Kamis (16/7), sedikitnya enam jembatan dilaporkan hancur atau rusak parah. Serangan ini merupakan yang pertama sejak April lalu dan menurut Washington bertujuan untuk memutus jalur pasokan militer Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) membenarkan penargetan jembatan dan infrastruktur lainnya. Langkah ini dimaksudkan untuk mengganggu jalur pasokan yang diduga digunakan Iran dalam mendukung serangan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut gelombang serangan baru ini merupakan bagian dari upaya untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran.
Menurut pihak berwenang Provinsi Hormozgan, keenam jembatan yang rusak atau terputus tersebut berada di Kabupaten Bandar Khamir, sebelah barat Bandar Abbas. Jembatan-jembatan ini membentuk jaringan jalan yang menghubungkan Bandar Abbas, yang merupakan pelabuhan komersial terbesar Iran dan pangkalan angkatan laut utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dengan daerah-daerah pedalaman.
Enam jembatan yang diserang antara lain Jembatan Kahurestan, Jembatan Geriveh, Jembatan Latidan, Jembatan Fars, Jembatan Bandar Khamir, dan Jembatan Marou. Jembatan Kahurestan terletak di koridor jalan utama yang menghubungkan Bandar Abbas dengan Provinsi Hormozgan dan Fars. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan adanya korban jiwa ketika sebuah kendaraan jatuh dari jembatan setelah serangan.
Jembatan Geriveh berada di jalan raya Bandar Abbas-Bandar Khamir-Lar, jalur transportasi utama timur-barat yang memfasilitasi pergerakan orang dan barang antara pantai Teluk dan pedalaman Iran selatan. Sementara itu, Jembatan Latidan di dekat desa Latidan menyediakan jalur penyeberangan alternatif di rute antara Bandar Abbas dan Bandar Khamir.
Dua jembatan kecil yang disebut Jembatan Fars merupakan bagian dari jalan raya yang menghubungkan Bandar Abbas dengan Lar di Provinsi Fars. Jembatan Bandar Khamir, yang belum selesai dibangun, terletak di jalan Bandar Khamir-Keshar-Bandar Abbas dan dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas transportasi di wilayah barat Hormozgan. Jembatan Marou melayani desa-desa di Kabupaten Bandar Khamir dan penting untuk akses transportasi lokal.
Konflik ini menandai eskalasi terburuk sejak gencatan senjata antara AS dan Iran lebih dari tiga bulan lalu. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman yang dicapai pada bulan Juni dianggap sudah berakhir. Pertempuran yang berlanjut selama lebih dari sepekan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)