10 Pesawat Kargo AS Mendarat di Israel, Trump Dikabarkan Siapkan Opsi Serang Iran

Amerika Serikat mengerahkan 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara di Israel selatan di tengah persiapan menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran. Pesawat dari Fort Bliss, Texas, itu mendarat di Ovda dan Nevatim. Sejumlah pesawat AS juga dikirim ke Yordania, Arab Saudi, dan Qatar. Pejabat Israel menyatakan koordinasi erat dengan AS, meski keputusan serangan belum diambil Trump.

Oct 30, 2026 - 16:02
Updated: 8 hours ago
0
10 Pesawat Kargo AS Mendarat di Israel, Trump Dikabarkan Siapkan Opsi Serang Iran
10 Pesawat Kargo AS Mendarat di Israel, Trump Dikabarkan Siapkan Opsi Serang Iran

Amerika Serikat mengerahkan 10 pesawat kargo militer ke sejumlah pangkalan udara di Israel, tepatnya di wilayah Negev selatan. Langkah ini dilakukan saat Washington dan Tel Aviv tengah bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan pada Kamis (29/10) bahwa pesawat-pesawat tersebut mendarat di Pangkalan Udara Ovda dan Nevatim. Selain ke Israel, sejumlah pesawat militer AS juga dikirim ke pangkalan udara di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.

Menurut laporan KAN, pesawat-pesawat itu terbang dari Fort Bliss, Texas, yang dikenal sebagai salah satu pusat pertahanan udara terbesar AS dengan fasilitas rudal pencegat dan sistem pertahanan udara. Namun, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengerahan tersebut.

Hingga kini belum diketahui jenis persenjataan atau perlengkapan yang dibawa pesawat-pesawat itu. Belum ada pula kepastian apakah Washington telah memutuskan untuk menyerang Iran.

Seorang pejabat Israel kepada KAN menyatakan bahwa militer Israel dan AS terus berkoordinasi dalam mempersiapkan operasi militer. "Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi erat. Meskipun belum ada keputusan yang dibuat mengenai masalah ini, Amerika dan Israel sedang mempersiapkan diri untuk setiap keputusan yang diambil Presiden Donald Trump," kata pejabat tersebut, tanpa merinci bentuk maupun waktu keputusan.

Pada awal pekan ini, KAN melaporkan bahwa Washington telah memperingatkan sejumlah negara Teluk mengenai kemungkinan operasi militer singkat dan terbatas terhadap Iran. Militer AS juga dilaporkan memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan udara di kawasan Teluk. Pasukan AS di sejumlah pangkalan di Timur Tengah telah diperintahkan meninggalkan lokasi sebagai antisipasi eskalasi.

Di tengah persiapan itu, militer AS tengah mengisi kembali persediaan persenjataannya. Washington diperkirakan akan mengirim tambahan kapal induk dan unit Korps Marinir ke Timur Tengah pada November, yang nantinya bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang telah beroperasi di kawasan tersebut.

Secara terpisah, The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis (29/10) pagi bahwa Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Brad Cooper telah memberikan pengarahan kepada Trump mengenai sejumlah opsi serangan terhadap Iran. Laporan itu mengindikasikan Washington sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan operasi militer, meski belum berarti Trump telah memutuskan untuk melancarkannya.

Rencana tersebut mendapat kritik dari sejumlah anggota parlemen AS. Senator Partai Demokrat Chris Murphy menyebut rencana itu sebagai sesuatu yang "gila" dan memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Anadolu Agency melaporkan bahwa Murphy menilai operasi militer tersebut berisiko merusak komitmen AS terhadap supremasi hukum.

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu aksi balasan Teheran terhadap Israel dan sejumlah target AS di Timur Tengah. Konflik mereda setelah kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April. Pada Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz, namun pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pandangan. Pengerahan tambahan aset militer AS ke Timur Tengah kini kembali memunculkan kekhawatiran akan konflik baru antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User