Indonesia-Malaysia Perketat Kerja Sama Lintas Batas, Siap Berbagi Wilayah Udara untuk Lawan Kabut Asap Karhutla
Indonesia dan Malaysia sepakat meningkatkan kerja sama lintas batas untuk mengatasi kabut asap akibat karhutla di Kalimantan. Malaysia siap berbagi wilayah udara dan aset untuk operasi modifikasi cuaca. Kerja sama ASEAN dinilai krusial karena kabut asap merupakan masalah regional yang berdampak lintas negara.
Jakarta - Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat kerja sama lintas batas dalam upaya menanggulangi kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kesepakatan ini diumumkan Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, pada Selasa (18/8), menyusul pertemuan dengan para menteri lingkungan negara ASEAN.
Arthur menegaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup pemantauan titik rawan kebakaran atau hotspot secara lebih intensif, serta pelibatan lebih banyak aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada lagi praktik pembakaran terbuka. "Baru-baru ini kami menggelar rapat ASEAN, saya bertemu dengan semua kolega saya, seperti Menteri Lingkungan Indonesia dan kami telah sepakat meningkatkan kerja sama," ujarnya seperti dikutip Bernama.
Dalam kesempatan itu, Malaysia juga menyatakan kesiapannya untuk berbagi wilayah udara guna mendukung operasi penanggulangan kabut asap. "Kita juga bisa berbagi wilayah udara jika perlu melakukan operasi penyemaian awan [operasi modifikasi cuaca], mungkin berbagi aset juga," kata Arthur.
Menurut Arthur, kerja sama kawasan menjadi sangat krusial dan vital, terutama karena Malaysia tengah bersiap menghadapi fenomena super El Nino yang diprediksi akan membuat kondisi semakin kering dan minim hujan. Kondisi ini berpotensi memperparah kabut asap lintas batas.
"Dan itu akan menyebabkan lebih banyak kabut asap. Tapi, kita perlu tahu bahwa kabut asap adalah masalah yang tak dihadapi satu negara, ini masalah kawasan," tegasnya. Ia menambahkan, "Apa yang terjadi di negara tetangga kita akan berdampak ke kita."
Dampak karhutla di Kalimantan telah dirasakan sejumlah wilayah Malaysia, terutama di negara bagian Sarawak. Beberapa daerah mencatat indeks polusi udara dalam kategori tidak sehat, antara lain Serian dengan indeks 195, Kuching 191, Sri Aman 178, dan Samarahan 175.
Arthur menekankan bahwa kabut asap merupakan masalah regional yang membutuhkan solusi bersama. Oleh karena itu, penguatan kerja sama antarnegara ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia, menjadi langkah penting untuk mencegah dan menangani dampak yang lebih luas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)