Macron Tuding Trump dan Sejumlah Pemimpin Asing Lontarkan Komentar Bodoh soal Demo Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lain melontarkan komentar bodoh terkait demonstrasi di Prancis. Macron menilai pernyataan itu hanya demi keuntungan politik dan menyebutnya sebagai manipulasi informasi. Trump sebelumnya menyalahkan migran, jihadis, dan komunis atas kekerasan di Prancis.

Oct 23, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Macron Tuding Trump dan Sejumlah Pemimpin Asing Lontarkan Komentar Bodoh soal Demo Prancis
Macron Tuding Trump dan Sejumlah Pemimpin Asing Lontarkan Komentar Bodoh soal Demo Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam sejumlah pemimpin negara asing, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang ikut berkomentar mengenai demonstrasi di Prancis. Menurut Macron, pernyataan mereka dinilai bodoh dan hanya untuk kepentingan politik.

Dalam pernyataannya, Macron tidak menyebut nama secara spesifik. Namun ia menyinggung adanya manipulasi informasi setelah kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (17/10). Macron menyebut hal itu memicu komentar yang tidak dapat diterima sekaligus bodoh dari banyak pihak, termasuk para pemimpin asing.

Ketika ditanya apakah yang dimaksud adalah Donald Trump, Macron menjawab singkat, "Termasuk dia." Sebelumnya, Trump sempat menyalahkan migran, jihadis, dan komunis atas kekerasan yang terjadi di Prancis. Pernyataan itu disampaikan Trump saat ia tengah berkampanye untuk Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS.

Macron menuding beberapa pemimpin yang sedang menjalani kampanye pemilu, baik di kawasan Eropa maupun di seberang Atlantik, telah dengan naif menyebarkan narasi yang sengaja dipromosikan oleh kelompok-kelompok tertentu. Ia menilai mereka memanfaatkan situasi di Prancis untuk kepentingan kampanye politik mereka sendiri.

"Memanfaatkan negara kami untuk kepentingan kampanye politik mereka sendiri. Padahal kami tidak membuktikan hal itu. Kami sudah cukup direpotkan dengan berbagai masalah yang harus dihadapi," ujar Macron, seperti dikutip The Guardian.

Selain Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga sempat menyebut Prancis telah dilanda invasi Islam ekstremis. Netanyahu saat itu tengah menghadapi pemilu yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Namun, para analis menepis anggapan bahwa migran menjadi faktor utama di balik aksi protes di Prancis.

Aksi demonstrasi di Prancis awalnya berlangsung damai, tetapi kemudian berubah menjadi kekerasan tak terkendali dan penjarakan besar-besaran. Kerusuhan terutama terjadi di Paris, Marseille, Lyon, dan Limoges.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User