Menlu Australia Temui Arrmanatha di Gedung Pancasila, Singgung Indonesia Negara Terpenting
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyebut Indonesia sebagai salah satu negara terpenting bagi Australia dalam pertemuan pertamanya dengan Menlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir di Gedung Pancasila, Jakarta. Pertemuan membahas kerja sama bilateral, penguatan komunikasi, situasi kawasan, hingga dorongan reformasi multilateral.
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menjadi menteri pertama yang mengunjungi Indonesia dan bertemu dengannya sejak ia menjabat. Pertemuan berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Kamis (22/10).
"Saya baru saja menerima Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, di Gedung Pancasila. Menteri Penny Wong merupakan menteri pertama yang datang ke Indonesia untuk mengunjungi dan melakukan pertemuan dengan saya pada tingkat menteri," kata Tata, sapaan akrab Arrmanatha, kepada wartawan.
Menurut Tata, kunjungan tersebut dilakukan Penny Wong usai perjalanannya dari Papua Nugini. Ia menilai langkah itu menunjukkan kedekatan hubungan antara Indonesia dan Australia. Dalam pertemuan itu, Penny Wong menyebut Indonesia sebagai salah satu negara terpenting bagi Australia, khususnya di kawasan.
Tata juga menegaskan pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik bagi seluruh negara di sekitarnya. Karena itu, ia berkomitmen menjaga dan meningkatkan hubungan kedua negara. "Hubungan Indonesia dengan Australia selama ini berjalan dengan sangat baik. Tentunya saya sebagai Menteri Luar Negeri yang baru akan terus menjaga itu dan juga akan terus meningkatkan hubungan kedua negara," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menlu membahas berbagai isu, mulai dari kerja sama bilateral hingga upaya meningkatkan komunikasi. Tata menilai komunikasi Indonesia dan Australia selama ini berjalan baik di tingkat kepala negara maupun menteri, namun perlu terus diperkuat hingga tingkat teknis.
Selain hubungan bilateral, Tata dan Wong bertukar pandangan mengenai situasi kawasan. Keduanya membahas kontribusi terhadap ketahanan kawasan melalui berbagai mekanisme yang ada, termasuk ASEAN. Indonesia dan Australia juga sama-sama menjadi anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Pacific Islands Forum (PIF), yang dinilai menjadi ruang bagi kedua negara untuk bertukar pandangan.
Kedua negara juga memiliki pandangan sejalan mengenai perlunya mendorong reformasi di tingkat multilateral. "Tentu juga tadi saya sampaikan bahwa kita perlu sama-sama berupaya mendorong reformasi di tingkat multilateral. Kami juga sepandangan bahwa sistem yang ada saat ini perlu kita perbaiki," kata Tata.
Meski membahas berbagai isu, Tata menyatakan pertemuan perdana tersebut belum secara khusus membicarakan isu konkret di bidang tertentu. Menurutnya, pertemuan itu lebih ditujukan untuk menunjukkan komitmen Australia dalam mempererat hubungan dengan Indonesia. "Tadi kita tidak secara spesifik menyentuh beberapa isu yang terlalu konkrit, tapi disini adalah pertemuan pertama yang ingin menunjukkan bahwa komitmen dari Australia untuk terus meningkatkan hubungannya dengan Indonesia," ujarnya.
Tata juga mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut tidak membahas isu detail, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Ia menyebut Australia menyatakan siap menengahi apabila ada isu yang dihadapi Indonesia dan membutuhkan bantuan. Di sisi lain, Tata menyinggung situasi di Eropa dan mengimbau warga negara Indonesia di sana untuk berhati-hati, menjaga diri, tidak terlibat urusan politik setempat, serta mengikuti arahan KBRI dan pemerintah setempat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)