Malaysia Akan Angkat Isu Kabut Asap ke ASEAN, Kemlu RI Tegaskan Sudah Ada Mekanisme

Kemlu RI menegaskan pemerintah serius menangani karhutla yang memicu kabut asap, merespons rencana Malaysia membawa isu kabut asap lintas batas ke pertemuan menteri ASEAN di Filipina pada November. Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyatakan ASEAN sudah memiliki mekanisme yang berjalan, dan Indonesia mengedepankan dialog serta kerja sama dalam penanganannya.

Oct 22, 2026 - 16:04
Updated: 11 hours ago
0
Malaysia Akan Angkat Isu Kabut Asap ke ASEAN, Kemlu RI Tegaskan Sudah Ada Mekanisme
Malaysia Akan Angkat Isu Kabut Asap ke ASEAN, Kemlu RI Tegaskan Sudah Ada Mekanisme

Kementerian Luar Negeri RI memastikan pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap. Pernyataan ini disampaikan merespons rencana Malaysia yang akan mengangkat isu kabut asap lintas batas ke pertemuan tingkat menteri ASEAN di Filipina pada November mendatang.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa persoalan karhutla merupakan isu yang memerlukan penanganan serius. "Sebetulnya kita melihat bahwa isu ini adalah isu yang perlu ditangani secara serius, dan pemerintah Indonesia sangat serius dalam menangani hal ini," kata Nabyl dalam konferensi pers pada Kamis (22/10).

Nabyl menyampaikan Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap dampak kabut asap akibat karhutla. Meski demikian, ia menekankan bahwa ASEAN telah memiliki mekanisme kerja sama yang mapan untuk membahas dan menangani persoalan tersebut. "Sebetulnya mekanisme ASEAN yang membahas tentang isu ini sendiri sudah established, sudah ada dan sudah berjalan," ujarnya.

Menurut Nabyl, Indonesia mengedepankan semangat kerja sama dan dialog dalam menyelesaikan masalah ini. Pemerintah juga terbuka mempertimbangkan pelaksanaan berbagai bentuk kerja sama sesuai dengan kondisi di lapangan.

Nabyl mengungkapkan Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, telah menyampaikan pandangannya mengenai penanganan teknis karhutla dan kerja sama dengan negara mitra. "Pak Menlu juga sudah menyampaikan bahwa pada intinya pemerintah melihat setiap bantuan-bantuan dari negara-negara mitra ini bisa kita lihat sesuai dengan kebutuhan yang pada tingkat teknis masih terus dilakukan pembahasannya," kata Nabyl.

Ia menjelaskan, mekanisme ASEAN merupakan salah satu dari sejumlah bentuk kerja sama yang telah berjalan untuk menangani karhutla. "Namun untuk konteks ASEAN sendiri, itu merupakan salah satu dari sekian banyak mekanisme kerja sama yang sudah berjalan untuk mengatasi tentang isu ini," lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia menyatakan akan membawa persoalan kabut asap lintas batas ke pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT ke-49 ASEAN di Manila, Filipina, pada November mendatang. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menilai persoalan kabut asap perlu perhatian khusus karena tidak tercakup dalam mekanisme ASEAN yang ada untuk menangani bencana alam.

"Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan di dalamnya," kata Mohamad pada Senin (12/10), seperti dikutip Bernama. Mohamad juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Arrmanatha mengenai persoalan tersebut. Dalam komunikasi itu, Arrmanatha disebut menjelaskan bahwa jarak pandang yang sangat buruk di wilayah terdampak menghambat operasi pemadaman karhutla melalui udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User