Macron Sebut Trump hingga Pemimpin Asing 'Bodoh', Malaysia Sindir Karhutla RI dengan Bahasa Jawa

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh Donald Trump dan sejumlah pemimpin asing melontarkan komentar bodoh soal demonstrasi di Prancis. Di sisi lain, negosiasi AS-Iran mandek dan Trump memberi sinyal sesuatu akan terjadi. Sementara itu, anggota parlemen Malaysia Kalam Salan mengkritik kabut asap karhutla Indonesia menggunakan bahasa Jawa dalam rapat parlemen.

Oct 23, 2026 - 00:01
Updated: 9 hours ago
0
Macron Sebut Trump hingga Pemimpin Asing 'Bodoh', Malaysia Sindir Karhutla RI dengan Bahasa Jawa
Macron Sebut Trump hingga Pemimpin Asing 'Bodoh', Malaysia Sindir Karhutla RI dengan Bahasa Jawa

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pernyataan sejumlah pemimpin asing, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait demonstrasi yang terjadi di Prancis. Menurut Macron, komentar-komentar tersebut dinilai bodoh dan hanya bertujuan mencari keuntungan politik.

Meski tidak menyebut nama secara spesifik, Macron menyinggung adanya manipulasi informasi setelah kerusuhan yang pecah pada Sabtu (17/10). Ia menyatakan bahwa banyak pihak, termasuk pemimpin asing, melontarkan komentar yang tidak dapat diterima sekaligus bodoh. Ketika ditanya apakah yang dimaksud adalah Trump, Macron menjawab, "Termasuk dia."

Di tengah panasnya situasi tersebut, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran juga menunjukkan tanda-tanda kebuntuan. Presiden Trump mengungkapkan bahwa negosiasi damai dengan Iran saat ini tidak berjalan. Dalam pernyataannya kepada wartawan di South Carolina pada Rabu (21/10), Trump menegaskan bahwa tidak ada perundingan yang sedang dilakukan oleh AS dan Iran.

Trump bahkan memberi sinyal bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. "Tidak, saya rasa kami tidak sedang bernegosiasi," ujar Trump saat menghadiri kampanye di South Carolina, seperti dikutip Anadolu Agency. Pernyataan ini menambah ketegangan di tengah situasi global yang belum stabil.

Sementara itu, isu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mendapat sorotan dari negara tetangga, Malaysia. Seorang anggota parlemen Malaysia dari partai oposisi, Kalam Salan, menyentil persoalan tersebut dalam rapat parlemen dengan menggunakan bahasa Jawa, Rabu (21/10).

Kalam yang mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam dari Partai Bersatu (Bersatu) membacakan pesannya yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam bahasa Jawa di depan majelis rapat. Ia berharap pesan tersebut dapat lebih dipahami oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.

Langkah Kalam menggunakan bahasa Jawa ini menjadi cara unik untuk menyampaikan kritik terhadap masalah kabut asap yang kerap melanda wilayah Indonesia dan berdampak hingga ke Malaysia. Persoalan karhutla memang menjadi isu lintas negara yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User