Anggota Parlemen Malaysia Sentil Karhutla RI Pakai Bahasa Jawa, Ternyata Ini Asal Daerahnya
Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan mengkritik penanganan karhutla Indonesia yang memicu kabut asap, dengan menyampaikan protes dalam bahasa Jawa saat debat anggaran 2027. Ia meminta Presiden Prabowo segera menuntaskan masalah ini dan menolak karhutla dijadikan bahan lelucon. Kalam berasal dari Sabak Bernam, Selangor, wilayah yang secara historis menjadi basis komunitas keturunan Jawa.
Anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menjadi perhatian publik setelah melontarkan kritik terhadap pemerintah Indonesia soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyeberang ke Negeri Jiran. Yang menarik, kritik itu ia sampaikan dalam bahasa Jawa agar mudah dipahami pihak Indonesia.
Dalam debat anggaran 2027 pada Rabu (21/10), Kalam meminta Presiden Prabowo Subianto segera menangani persoalan ini. Ia menegaskan kebakaran hutan harus dipadamkan dan meminta agar insiden serupa tidak terus berulang setiap tahun hingga Indonesia dan Malaysia sama-sama dirugikan akibat asap.
Bukan hanya soal penanganan, Kalam juga menyoroti pernyataan sejumlah pejabat Indonesia yang menyebut oksigen dari Malaysia berasal dari hutan Indonesia. Menurutnya, persoalan karhutla menyangkut kesehatan masyarakat sehingga tidak pantas dijadikan bahan bercanda. Ia mempertanyakan apakah hutan Malaysia hanya bisa menghasilkan plastik dan tidak mampu menghasilkan oksigen.
Pernyataan Kalam dalam bahasa Jawa terdengar lancar dan tidak terbata-bata, meski ada beberapa kata yang sempat diucapkan dengan hati-hati. Kelancaran itu berkaitan erat dengan latar belakang daerah asalnya, Sabak Bernam di Selangor, yang secara historis menjadi basis komunitas warga Malaysia keturunan Jawa.
Menurut keterangan situs resmi Sabak Bernam, masyarakat di wilayah tersebut terdiri dari orang Melayu keturunan Jawa, Banjar, Kampar, dan Bugis. Mereka merupakan komunitas Melayu dengan dialek serta adat istiadat yang berbeda. Sebagian penduduk di Kampung Batu 40 dan Kampung Sungai Panjang misalnya, mayoritas merupakan keturunan Bugis dan Jawa. Bahkan dahulu ada daerah yang disebut Kampung Sungai Bugis karena banyak warganya berasal dari keturunan Bugis.
Komunitas Jawa-Melayu di Sabak Bernam umumnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Kalam sendiri lahir di Sabak Bernam pada 6 Januari 1965 dan tumbuh besar di kawasan itu. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai wakil rakyat untuk daerah asalnya.
Kalam menjabat sebagai anggota parlemen Sabak sejak November 2022 dan merupakan politikus Partai Persatuan Pribumi Malaysia (BERSATU). Meski hidup di tengah komunitas Jawa-Melayu, tidak ada informasi resmi maupun klaim pribadi yang menyatakan bahwa ia keturunan Jawa-Melayu.
Sebelumnya, karhutla di Indonesia telah melanda Sumatra, Kalimantan, dan sejumlah wilayah lain selama berbulan-bulan. Dampaknya, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sempat dilanda kabut asap hingga mencatat indeks kualitas udara yang buruk. Kabut asap juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama pekerja luar ruangan seperti buruh perkebunan, pengemudi ojek online, dan pedagang keliling.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)