Bahlil Buka Pintu Impor Minyak Mentah dari Negara Mana Pun, Asal Penuhi Syarat Ini

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah terbuka mengimpor minyak mentah dari negara mana pun asalkan efisien, menguntungkan negara, dan tidak melanggar aturan. Pernyataan ini muncul setelah Arab Saudi memangkas harga jual minyak mentah untuk pembeli Asia pada November 2026, dengan penurunan terbesar sejak Juni 2020.

Oct 12, 2026 - 08:02
Updated: 22 hours ago
0 0
Bahlil Buka Pintu Impor Minyak Mentah dari Negara Mana Pun, Asal Penuhi Syarat Ini
Bahlil Buka Pintu Impor Minyak Mentah dari Negara Mana Pun, Asal Penuhi Syarat Ini

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan membatasi asal negara pemasok minyak mentah. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan impor minyak mentah dapat dilakukan dari negara mana pun selama memenuhi prinsip efisiensi, memberi keuntungan bagi negara, dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

"Bagi kita adalah dari manapun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," ujar Bahlil usai menghadiri Rakernas III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil ketika menanggapi kebijakan Arab Saudi yang memangkas harga jual resmi atau official selling price (OSP) minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026. Mengutip Reuters, Saudi Aramco menetapkan harga minyak mentah jenis Arab Light sebesar US$3 per barel di bawah rata-rata harga minyak Oman dan Dubai.

Angka itu turun US$3 per barel dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Reuters, pemangkasan tersebut menjadi yang terbesar sejak Juni 2020. Kebijakan ini berlawanan dengan ekspektasi pasar, karena survei Reuters sebelumnya memperkirakan harga jual Arab Light untuk pembeli Asia justru naik hingga US$5 per barel pada November, seiring dinamika kenaikan harga minyak acuan Timur Tengah.

Saudi Aramco juga memangkas OSP minyak mentah jenis Arab Medium dan Arab Heavy untuk pembeli Asia masing-masing sebesar US$5 per barel. Tiga sumber dari sektor kilang Asia menyebut pemangkasan harga itu diduga untuk mengompensasi tingginya biaya pengiriman minyak. Salah satu sumber bahkan menyatakan potongan harga dapat mengimbangi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih panjang untuk pengiriman minyak Saudi melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir.

Sebelumnya, pada September 2026, Bahlil juga menegaskan pemerintah akan memilih sumber impor minyak dan gas berdasarkan harga yang lebih kompetitif dengan tetap mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah mana, itu yang kita akan beli ya," ujarnya saat membahas opsi impor energi dari Amerika Serikat dan Rusia.

Ia menekankan kepastian pasokan harus berjalan beriringan dengan pertimbangan harga agar pengadaan energi tidak membebani keuangan negara maupun masyarakat. Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Data impor Januari-Agustus 2026 menunjukkan pasokan minyak mentah berasal dari sejumlah negara, termasuk Nigeria, Amerika Serikat, dan Rusia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User